
SERAYUNEWS- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Dua mahasiswa Program Studi S-1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsoed berhasil meraih medali perak dalam ajang Mathematical Analysis and Geometry Day (MaG-Day) 2026.
Kegiatan diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Kedua mahasiswa tersebut adalah Naufal Ar-Ridho Nugroho angkatan 2024 dan M. Alfin Kamal angkatan 2023.
Mereka sukses menembus jajaran peraih medali perak setelah bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pencapaian ini menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa Matematika Unsoed yang mampu bersaing di tingkat nasional pada kompetisi yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.
MaG-Day atau Mathematical Analysis and Geometry Day merupakan kompetisi matematika tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menguji kemampuan dalam bidang analisis matematika dan geometri.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Unsoed mengirimkan delapan tim yang terdiri dari 16 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, empat tim berhasil melaju ke tahap kedua kompetisi.
Di antara para peserta yang lolos, Naufal dan Alfin tampil impresif hingga berhasil masuk dalam kategori peraih medali perak individu. Keduanya menempati peringkat 16 hingga 45 terbaik dari sekitar 260 peserta yang berhasil mencapai tahap kedua.
Keikutsertaan Naufal dan Alfin dalam MaG-Day 2026 didorong oleh keinginan untuk memperdalam kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif di bidang yang mereka minati, khususnya kalkulus dan analisis matematika.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, keduanya menjalani persiapan intensif melalui latihan soal secara rutin serta pendampingan dari dosen.
Naufal mengungkapkan bahwa proses persiapan bahkan telah dimulai sejak awal masa perkuliahan.
“Persiapan dilakukan saat saya awal semester 1. Saya mencoba serius belajar kalkulus dengan mencatat materi dari buku-buku kalkulus dan sering berlatih soal. Selain itu, saya juga sengaja mengambil mata kuliah Analisis Riil 1 di semester 3 sebagai persiapan mengikuti berbagai kompetisi,” ujarnya.
Komitmen belajar yang konsisten tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui pencapaian prestasi di tingkat nasional.
Menurut Naufal dan Alfin, tantangan utama dalam MaG-Day 2026 terletak pada kedalaman materi yang diujikan.
Peserta tidak hanya dituntut memahami konsep kalkulus dan analisis riil secara komprehensif, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan matematika kompleks dengan argumentasi yang logis dan pembuktian yang kuat.
Pada tahap kedua kompetisi, peserta menghadapi soal berbentuk uraian yang mengharuskan mereka menyusun solusi secara sistematis sekaligus menuliskan pembuktian matematis yang tepat.
“Soal-soalnya menantang pemahaman konsep mendasar dan memberikan pengalaman yang sangat menarik,” kata Alfin.
Tingkat kesulitan tersebut menjadikan MaG-Day sebagai salah satu kompetisi matematika mahasiswa yang prestisius di Indonesia.
Keberhasilan meraih medali perak menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kedua mahasiswa tersebut. Selain menjadi pencapaian akademik pribadi, prestasi ini juga memberikan kontribusi positif bagi Program Studi Matematika FMIPA Unsoed serta nama baik Universitas Jenderal Soedirman di tingkat nasional.
Naufal mengaku merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian tersebut.
“Rasa senang, bangga, dan terharu bercampur menjadi satu ketika mendapatkan prestasi kali ini. Fun fact, ini adalah prestasi pertama dalam hidup saya. Saya sangat bersyukur bisa memperoleh prestasi di ajang MaG-Day 2026,” ungkapnya.
Melalui keberhasilan ini, Naufal dan Alfin berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk mengembangkan potensi akademiknya dan berani mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional.
Keduanya juga berharap dukungan institusi terhadap pembinaan dan pengembangan prestasi mahasiswa terus diperkuat sehingga semakin banyak talenta muda Unsoed yang mampu bersaing dan mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih dalam MaG-Day ITB 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi belajar, dan semangat berkompetisi dapat membuka jalan menuju pencapaian yang membanggakan.