
PURWOKERTO, SERAYUNEWS-Long weekend kemarin, lobi Lumenna Hotel Purwokerto beda dari biasanya. Sabtu sampai Senin, tamu datang silih berganti, check-in check-out nyaris nggak pernah sepi. Wajar sih, soalnya okupansi hotel ini memang lagi naik-naiknya. Diketahui Lumenna adalah nama baru dari hotel yang dulunya bernama Meotel yang beralamat di Jalan Dr. Soeparno Selatan Nomor 1, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 53113.
General Manager Lumenna Hotel Purwokerto, Usmanto Ishak, cerita kalau okupansi selama libur panjang kemarin sempat menyentuh 95 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata weekend biasa yang biasanya cuma sekitar 85 persen.
“Untuk okupansi hotel Lumenna pada Sabtu hingga Senin kemarin mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sekitar 95 persen, dibandingkan weekend biasa yang hanya sekitar 85 persen,” ujar Usmanto saat ditemui di Lumenna Hotel Purwokerto, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, lonjakan ini bukan kebetulan. Sejak Lumenna resmi ganti nama dan konsep, reservasi memang terus merangkak naik. Yang bikin dia bangga, banyak tamu lama yang dulu langganan tetap balik lagi, meski hotelnya sudah beda total dari sisi nama sampai suasana.
Momen libur panjang kemarin juga dimanfaatkan Lumenna buat kasih penawaran khusus. Ada Soft Opening Rate Rp378.000 per malam, sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Belum lagi promo makanan dan minuman di Terasa Cafe dengan menu-menu spesial yang sengaja disiapkan buat menyambut tamu.
Dari semua promo yang ada, kata Usmanto, yang paling laris justru diskon kamar. Alasannya sederhana, mayoritas tamu Lumenna adalah kalangan korporat yang biasanya cuma menginap satu malam untuk urusan kerja.
Ganti nama dari Meotel jadi Lumenna Hotel Purwokerto ternyata bukan cuma soal ganti logo. Usmanto bilang, setelah 10 tahun jalan dengan konsep retro vintage, manajemen akhirnya memutuskan buat banting setir ke konsep contemporary coastal.
“Kami ingin Lumenna hadir sebagai destinasi yang menyambut setiap tamu untuk menikmati pengalaman menginap yang berkesan, melalui pelayanan yang penuh perhatian, desain kontemporer, dan suasana pesisir yang menenangkan,” katanya.
Nggak cuma soal konsep, Lumenna juga memilih keluar dari chain management dan berdiri sendiri sebagai hotel lokal Purwokerto.
Perubahan paling kelihatan tentu di sisi desain, dari nuansa retro vintage ke suasana contemporary coastal. Renovasinya pun nggak tanggung-tanggung, mulai dari lobi, fasad bangunan, kamar, ruang meeting, sampai cafe ikut dipermak.
Soal respons tamu, Usmanto mengaku cukup puas. Banyak yang penasaran sekaligus senang lihat wajah baru hotel yang dulu sempat mereka kenal dengan nama lain.
Rebranding ini juga bikin strategi marketing Lumenna ikut berubah. Kalau dulu fokusnya cuma ke pemerintahan, korporat, dan travel agent, sekarang Lumenna mulai melirik pasar yang lebih luas, termasuk anak muda dari generasi milenial dan Gen Z, sampai business traveler yang cari hotel dengan sentuhan lebih modern.
Dengan semua pembenahan ini, target okupansi bulanan Lumenna dipatok di angka 80 persen. Melihat tren kunjungan yang terus naik sejak rebranding, target itu kelihatannya bukan cuma angan-angan. (Amelia Faridha Zhariif)