
SERAYUNEWS — Prestasi membanggakan datang dari Banjarnegara. Dua siswa SMK berhasil mengungkap celah keamanan pada sistem milik NASA dan mendapat pengakuan internasional melalui program resmi keamanan siber.
Dua pelajar tersebut adalah Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Susukan.
Keduanya menerima Letter of Appreciation dari NASA melalui program Vulnerability Disclosure Program setelah temuan mereka dinyatakan valid. Capaian ini sekaligus mengangkat nama Banjarnegara di kancah global, khususnya di bidang keamanan siber.
Lindan mengungkapkan ketertarikannya pada dunia cyber security dimulai sejak 2021. Ia bersama Vanda belajar secara mandiri melalui berbagai sumber digital.
“Kami belajar otodidak dari berbagai sumber seperti YouTube dan forum keamanan siber. Awalnya hanya rasa penasaran, lalu berkembang menjadi serius,” ujarnya.
Salah satu teknik yang digunakan adalah Google Dorking, metode pencarian khusus untuk menemukan data sensitif yang tidak seharusnya terbuka di internet.
“Tanpa harus masuk ke sistem admin, kami bisa menemukan file yang seharusnya tidak dipublikasikan. Itu menjadi celah yang kami laporkan secara resmi,” jelas Lindan.
Vanda menegaskan bahwa aktivitas yang mereka lakukan sepenuhnya legal dan mengikuti prosedur resmi melalui Bugcrowd.
“Di sana ada sistemnya. Perusahaan membuka peluang pengujian keamanan secara legal. Jika temuan kita valid, akan mendapat apresiasi, seperti yang kami terima dari NASA,” kata Vanda.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Wakil Bupati, Wakhid Jumali, menyebut capaian tersebut sebagai bukti daya saing generasi muda daerah.
“Ini bukti bahwa generasi muda Banjarnegara mampu bersaing di tingkat internasional, khususnya di bidang teknologi informasi. Mereka adalah potensi besar di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo, berharap prestasi ini menjadi momentum edukasi.
“Kami ingin ini menjadi momentum edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya keamanan informasi di era digital,” katanya.
Di balik prestasi tersebut, Lindan dan Vanda masih menghadapi tantangan, terutama terkait kelanjutan pendidikan.
Namun, keduanya tetap aktif mengembangkan kemampuan dengan mengikuti komunitas keamanan siber internasional.
Mereka juga terus mengasah kemampuan teknis dan bahasa Inggris, dengan cita-cita menjadi profesional di bidang cyber security dan berkontribusi menjaga keamanan digital Indonesia.
Keberhasilan dua pelajar ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi global.
Dengan konsistensi belajar dan akses informasi digital, generasi muda daerah mampu menembus panggung internasional.