
SERAYUNEWS – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mencatat pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan lancar. Dari hasil pendataan yang dilakukan di 24 kecamatan dan dua Rumah Potong Hewan (RPH), jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai lebih dari 25 ribu ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Sigit Widayanto, mengatakan pendataan dan pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan hewan kurban yang dipotong memenuhi standar kesehatan serta aman dikonsumsi masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, total hewan kurban yang disembelih terdiri atas 6.871 ekor sapi, 1 ekor kerbau, 17.630 ekor kambing, dan 737 ekor domba, dengan total 25.239 ekor hewan.
“Berdasarkan hasil pendataan dari 24 kecamatan dan dua rumah potong hewan, tercatat lebih dari 25 ribu ekor hewan kurban disembelih pada Idul Adha tahun ini,” ujar Sigit dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Untuk menjamin daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), Dinas Pertanian menerjunkan sedikitnya 160 petugas pemeriksa hewan kurban.
Petugas tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari pegawai Dinas Pertanian, koordinator dan staf Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petugas kelurahan, hingga inseminator yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.
Mereka melakukan pemeriksaan antemortem atau sebelum penyembelihan serta pemeriksaan postmortem setelah hewan dipotong.
Selama pelaksanaan Idul Adha, tim pemeriksa berhasil menjangkau 432 titik lokasi penyembelihan hewan kurban. Dari lokasi tersebut, petugas memeriksa sampel sebanyak 1.567 ekor sapi, 3.089 ekor kambing, dan 192 ekor domba.
“Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan untuk memastikan hewan yang dikurbankan sehat serta daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat,” kata Sigit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kelainan pada hewan kurban saat pemeriksaan antemortem. Kondisi tersebut menandakan seluruh hewan yang diperiksa dalam keadaan sehat dan layak untuk dikurbankan.
Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah kelainan organ saat pemeriksaan pasca-penyembelihan.
Temuan yang paling banyak dijumpai adalah infestasi cacing hati (Fasciola sp.) yang ditemukan pada 31 ekor sapi, dua ekor kambing, dan satu ekor domba.
Selain itu, petugas juga menemukan empat ekor sapi mengalami peradangan hati tanpa adanya cacing, satu ekor sapi dengan bercak pada paru-paru, serta satu ekor domba yang memiliki benjolan pada bagian usus.
“Temuan kelainan organ pasca-penyembelihan masih didominasi cacing hati. Terhadap organ yang mengalami kelainan, petugas langsung melakukan tindakan dengan membuang bagian yang berubah, memusnahkan sebagian, atau memusnahkan seluruh organ yang terdampak,” jelasnya.
Menurut Sigit, organ yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan langsung diamankan agar tidak beredar ke masyarakat. Sementara bagian daging yang dinyatakan sehat tetap dapat didistribusikan kepada warga penerima kurban.
Ia menegaskan, pengawasan yang dilakukan setiap tahun merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat veteriner sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berlangsung sesuai syariat dan standar kesehatan hewan.
“Kami berkomitmen terus mengawal kesehatan masyarakat veteriner serta memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, higienis, dan sesuai dengan syariat maupun standar teknis kesehatan hewan,” pungkasnya.