
SERAYUNEWS-Lifter Eko Yuli Irawan gagal mendapatkan medali di angkat besi kelas -61 Kg. Dengan begitu Eko Yuli gagal mengulangi capaiannya dalam empat Olimpiade sebelumnya ketika dia selalu mendapatkan medali.
Pada angkatan snatch, Eko Yuli dalam kesempatan pertama mengangkat beban 135 Kg. Namun, di angkatan pertama dia gagal. Di angkatan kedua dia kembali mengangkat 135 Kg dan berhasil. Di angkatan ketiga atau terakhir, Eko Yuli gagal mengangkat beban 139 Kg.
Di angkatan snatch, Eko Yuli ada di peringkat dua di bawah Li Fabin dari China. Li Fabin mampu mengangkat 143 Kg. Angkatan Li Fabin di sesi snatch itu menjadi rekor olimpiade.
Di angkatan clean and jerk, Eko Yuli di kesempatan pertama dan kedua gagal mengangkat beban 162 Kg. Di kesempatan ketiga, Eko juga gagal di angkatan 165 Kg. Dengan begitu, dia gagal mendapatkan medali di Olimpiade 2024.
Medali emas di angkat besi kelas -61 Kg ini disabet Li Fabin yang di Clean and Jerk mengangkat 167 Kg. Maka, total angkatan Li Fabin adalah 310 Kg. Sementara perak oleh lifter Thailand Theerapong Silachai yang total mengangkat 303 Kg. Medali perunggu oleh lifter Amerika Serikat Hampton Morris dengan total angkatan 298 Kg.
Sampai saat ini kontingen Indonesia hanya mendapatkan satu perunggu dari bulu tangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Masih ada empat atlet Indonesia yang akan berjuang di Olimpiade 2024 ini.
Mereka yang belum bertanding adalah Nurul Akmal dan Rizki Juniansyah dari angkat besi, Veddriq Leonardo dari panjat tebing, dan Bernard van Aert dari bersepeda.