
SERAYUNEWS- Manajemen PSIS Semarang resmi mengakhiri kerja sama dengan Pelatih Kepala Jafri Sastra pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Keputusan ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim pada putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 atau Liga 2 Indonesia.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Reza Handhika, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan tim agar mampu tampil lebih kompetitif pada putaran berikutnya.
“Manajemen PSIS Semarang dan coach Jafri Sastra sepakat mengakhiri kontrak kerja sama sebagai pelatih kepala. Evaluasi ini kami lakukan demi memperbaiki performa tim di putaran selanjutnya,” ujar Reza dalam keterangannya di laman resmi I-League.
Meski kerja sama harus berakhir lebih cepat, Manajemen PSIS Semarang tetap mengapresiasi kontribusi Jafri Sastra selama menukangi Laskar Mahesa Jenar.
“Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi coach Jafri Sastra. Kami mendoakan yang terbaik dan semoga sukses di perjalanan karier berikutnya,” tambah Reza.
Jafri Sastra sendiri ditunjuk sebagai Pelatih Kepala PSIS pada 21 November 2025, menggantikan Ega Raka. Ia mulai memimpin tim sejak pekan ke-12 Pegadaian Championship 2025/26.
Pelatih asal Sumatera Barat itu mengawali debutnya dengan hasil positif. PSIS berhasil mencuri kemenangan 1-0 atas Persiba Balikpapan pada laga tandang, 23 November 2025.
Manajemen bahkan mendukung penuh program Jafri Sastra dengan mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman, seperti Esteban Vizcarra, Beto Goncalves, Otavio Dutra, serta pemain asing Rafinha, demi memperkuat skuad pada putaran kedua.
Namun, tambahan amunisi tersebut belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan. Dari tujuh pertandingan di bawah asuhan Jafri Sastra, PSIS mencatat tiga kemenangan dan empat kekalahan.
Hingga saat ini, PSIS Semarang masih tertahan di papan bawah Grup 2 (Grup Timur) Pegadaian Championship 2025/26. Dari total 18 laga, PSIS baru mengoleksi 11 poin, hasil dari tiga kemenangan, dua imbang, dan 13 kekalahan.
Situasi tersebut mendorong manajemen untuk bergerak cepat melakukan pembenahan demi menyongsong putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, manajemen PSIS Semarang resmi menunjuk Angel Alfredo Vera sebagai Direktur Teknik.
Reza Handhika menjelaskan bahwa penunjukan Alfredo Vera bertujuan memperkuat fondasi tim, khususnya dari sisi filosofi bermain dan pengembangan teknis.
“Hari ini kami memperkenalkan Alfredo Vera sebagai Direktur Teknik PSIS. Harapannya, beliau bisa bersinergi dengan pelatih kepala yang akan segera kami tunjuk untuk memantapkan visi dan filosofi permainan tim,” kata Reza, Senin (2/2/2026) malam.
Nama Alfredo Vera bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Pelatih berlisensi UEFA Pro ini telah malang melintang menangani berbagai klub Tanah Air.
Dia memulai karier kepelatihannya di Indonesia bersama Persela Lamongan pada 2013, kemudian melatih Persipura Jayapura (2016/17) dan Persebaya Surabaya (2018/19).
Terakhir, Alfredo Vera dipercaya menjadi pelatih kepala Madura United FC pada musim 2020–2025.
Menariknya, jabatan direktur teknik juga bukan hal baru bagi Alfredo Vera. Pria berusia 53 tahun tersebut pernah menjabat sebagai Direktur Teknik Madura United pada musim 2025/26.
Manajemen PSIS berharap kehadiran Alfredo Vera mampu membawa sinergi baru di tubuh tim kepelatihan sekaligus meningkatkan performa PSIS, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Kami berharap kehadiran beliau bisa membantu dari sisi teknis dan menjadi energi baru agar PSIS tampil lebih solid dan kompetitif ke depannya,” tutup Reza.
Dengan langkah evaluasi menyeluruh ini, PSIS Semarang menegaskan keseriusannya untuk bangkit dan tampil lebih baik pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.