
SERAYUNEWS – Bencana angin puting beliung yang menerjang Kecamatan Cilongok melumpuhkan sejumlah fasilitas pendidikan. Dampak terparah terjadi di SD Negeri 1 Sambirata yang berlokasi di Desa Sambirata.
Kondisi bangunan sekolah yang porak-poranda membuat proses pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan.
Untuk menjamin keselamatan siswa, aktivitas belajar mengajar sementara dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (daring).
Menyikapi kerusakan infrastruktur yang cukup masif, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas memutuskan seluruh siswa belajar dari rumah untuk sementara waktu.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, menjelaskan kebijakan tersebut diambil agar proses pendidikan tetap berjalan meski gedung sekolah belum dapat digunakan.
“Untuk sementara kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring selama satu minggu,” kata Taryono.
Kebijakan itu berlaku selama pihak terkait melakukan inventarisasi kerusakan sekaligus memulai langkah perbaikan terhadap fasilitas sekolah yang terdampak bencana.

Kondisi atap gedung yang rusak berat menjadi alasan utama pengosongan area sekolah. Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan, menegaskan bahwa ruang kelas saat ini berada dalam kondisi membahayakan.
“Saya sarankan daring karena hampir semua atap SD rusak dan ruang kelas tidak bisa dipergunakan,” ungkapnya.
Hingga kini, proses pemulihan terus dilakukan melalui sinergi pihak sekolah, warga sekitar, dan pemerintah setempat.
Kegiatan pembersihan puing-puing bangunan masih berlangsung, disertai pendataan kerugian material secara rinci, serta upaya memastikan lingkungan sekolah kembali aman sebelum siswa masuk kembali.

Diberitakan sebelumnya, bencana angin puting beliung menerjang Kabupaten Banyumas pada Minggu (22/02/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan SD Negeri 1 Sambirata.
Slamet, penjaga sekolah, menceritakan hujan disertai angin terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu ia berada di sekolah dan sedang mempersiapkan lingkungan sekolah menjelang pembelajaran pascaliburan.
“Dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba muncul angin puting beliung yang mengarah langsung ke sekolah,” kata Slamet.
Angin kencang memporak-porandakan bangunan sekolah. Slamet bergegas menyelamatkan diri dari jatuhnya puing-puing bangunan, lalu berkoordinasi dengan sejumlah guru dan warga sekitar.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak sekolah bersama warga mulai mengamankan barang-barang berharga serta melakukan pendataan kerusakan.
Kepala Sekolah SDN 1 Sambirata, Heri Wijiarto, mengonfirmasi bahwa kerusakan terjadi hampir di seluruh area sekolah.
“Kerusakan terjadi disejumlah ruang kelas, dapur, perpustakaan, dan fasilitas sekolah,” katanya.
Ia merinci, ruang kelas 1A, 1B, dan 1C mengalami genteng pecah. Ruang kelas 2A dan 2B mengalami kerusakan sebagian plafon. Sementara ruang kelas 3A dan 3B, selain atap rusak, jendela kaca juga pecah.
Ruang kelas 4 dan 5 tidak jauh berbeda, genteng dan plafon rusak. Kerusakan juga terjadi di ruang guru yang mengakibatkan sejumlah arsip basah.
“Ruang perpustakaan yang termasuk di dalamnya UKS juga bocor, ada pohon tumbang yang menimpa pagar sekolah,” katanya.