Sabtu, 20 Agustus 2022

Fakta Baru! Cilacap Ternyata Baru Gabung RI Tahun 1950

Tugu peringatan 17 Agustus di Pantai Permisan Nusakambangan, sebagai tanda bergabungnya wilayah Cilacap ke Republik Indonesia. (Dok : Tjilatjap History)

Meski Indonesia telah merdeka sejak 1945, siapa sangka wilayah Cilacap baru resmi bergabung ke pangkuan pemerintah republik di tahun 1950 atau lima tahun setelah kemerdekaan. Hal itu seperti pernyataan sejarawan lokal yang juga Ketua Komunitas Tjilatjap History, Riyad Ginanjar Widodo.


Cilacap, serayunews.com

Menurutnya, hal itu seperti kesaksian dr. Koestedjo, dalam bukunya yang berjudul ‘Inilah Jalan Hidupku R. Koestedjo’. Dokter Koestedjo sendiri merupakan dokter yang pernah bertugas di Cilacap, pada Masa Agresi Militer Belanda Pertama.

Baca juga  Efek Cuaca Ekstrem, Nilai Transaksi Penjualan Ikan di Cilacap Turun 50 Persen

“Sebenarnya saat 1945 sampai 1947 Cilacap ikut merdeka. Namun saat Agresi Militer Pertama, Cilacap kembali diduduki Belanda sampai 1950,” katanya kepada serayunews.com, Senin (1/8/2022).

Terlebih hingga 1950, pemerintahan Cilacap di bawah pimpinan Bupati R.M. Adipati Arya Tjakrasewaja, masih tunduk terhadap kekuasaan Belanda. Wilayah Cilacap baru resmi bergabung, pada saat berdirinya pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 30 Desember 1949.

Bergabungnya wilayah Cilacap ke pangkuan republik, dengan tanda dibangunnya monumen peringatan 17 Agustus di Pantai Permisan Nusakambangan. Di tahun yang sama juga, terdapat pergantian bupati dari dari R.M. Adipati Arya Tjakrasewaja kepada Raden Mas Soetedjo.

Baca juga  Rumah Warga Sidareja Kebakaran

“Di tahun 1950 ada pergantian bupati yang tadinya jabatan turun-temurun, kemudian menjadi bupati yang mendapat mandat oleh pemerintah republik,” ujarnya.

Sementara menurutnya, bukti lain yang menandakan Cilacap baru bergabung ke pemerintahan republik pada 1950, adalah mata uang. Saat itu masyarakat masih menggunakan Gulden Belanda, bukan uang rupiah yang dikeluarkan oleh ORI (Oeang Republik Indonesia).

“Di beberapa catatan menyebutkan bahwa masyarakat Cilacap masih memakai uang Gulden Belanda hingga 1950. Bukti-bukti tersebut menguatkan bahwa Cilacap baru resmi bergabung ke Pemerintahan Republik Indonesia lima tahun setelah merdeka,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini