
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali membuktikan diri bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan destinasi eduwisata unggulan. Melalui gelaran Festival Balon Udara #4, UMP sukses menyulap Lapangan Mas Mansoer Kampus 1, Dukuhwaluh, menjadi magnet pariwisata yang memikat ribuan pengunjung dari berbagai daerah, pada Minggu (28/06/2026) pagi.
Langkah konsisten ini semakin memantapkan konsep “Kampus Wisata” yang diusung UMP. Rektor UMP, Prof. Jebul Suroso, menegaskan bahwa festival tahunan ini merupakan wujud nyata kontribusi kampus dalam menghadirkan dampak sosial yang masif melalui penguatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, hari ini balon udara mengudara untuk kali keempat. Inilah semangat kami agar kampus memiliki dampak sosial yang baik bagi masyarakat Banyumas. Konsep ‘kampus wisata’ ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi karena mengawinkan kegiatan akademik, hasil riset, pengabdian masyarakat, dengan pemberdayaan UMKM. Kalau wisatawan datang, ekonomi otomatis menggeliat,” ujar Prof. Jebul.
Daya tarik UMP sebagai kampus wisata terbukti lewat festival tahun ini yang diikuti oleh 31 balon udara dari komunitas Wonosobo. Menariknya, arus pengunjung tidak lagi didominasi warga lokal Banyumas, melainkan merambah hingga Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jakarta. Lonjakan wisatawan ini langsung memberikan dampak multiplier effect bagi sektor perhotelan, kuliner, dan destinasi wisata di Banyumas.
Guna mendukung kenyamanan para pelancong, UMP terus bersolek. Pihak kampus tengah mengupayakan pengembangan infrastruktur, termasuk rencana pelebaran jalan di depan Kampus 1.
Keberhasilan UMP mentransformasi diri menjadi pusat wisata mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memuji konsistensi UMP dalam melahirkan inovasi yang melibatkan masyarakat luas. Pemerintah daerah bahkan telah resmi memasukkan festival ini ke dalam kalender agenda wisata tahunan daerah.
“Ini sudah keempat kalinya dan jelas memikat wisatawan. Saya tadi tanya beberapa pengunjung, banyak yang datang dari luar daerah. Festival balon di UMP ini harus terus berlanjut setiap tahun dan menjadi event tahunan resmi,” kata dia.
Pemkab, menurut Sadewo, juga berkomitmen mempermudah segala proses perizinan demi kemajuan pariwisata daerah.
Konsep kampus wisata yang ramah keluarga diakui langsung oleh para pengunjung. Umi, salah satu warga Purwokerto yang datang bersama keluarganya, mengaku sangat terhibur dengan inovasi yang dihadirkan UMP.
“Ini pertama kali saya datang. Sangat terhibur, pas sekali dengan momen liburan sekolah jadi bisa refreshing bersama keluarga di dalam kampus,” kata dia.
Melalui festival ini, UMP sukses mendobrak sekat kaku perguruan tinggi. Kampus bukan lagi sekadar ruang kelas dan laboratorium, melainkan ruang publik kreatif yang mampu menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata daerah.
Acara ini sendiri didukung oleh Etawalin produk lokal Banyumas Raya. Etawalin adalah produk susu kambing etawa yang diproduksi di Cilacap.