
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Geliat pelestarian tradisi dan penguatan ekonomi akar rumput kembali bergelora di Kabupaten Banyumas. Festival Budaya Wong Tani Panusupan 2026 resmi dibuka pada Senin (29/6/2026) di Lapangan Besar Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, pesta rakyat ini bakal memanjakan warga selama enam hari penuh, mulai 29 Juni hingga 4 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Banyumas pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif lokal ini. Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wahyono, menegaskan bahwa festival ini sejalan dengan target pemda dalam merawat warisan leluhur.
“Event di tingkat wilayah seperti ini terbukti mampu meningkatkan ekonomi lokal, menumbuhkan rasa cinta tradisi, sekaligus memelihara jati diri kebudayaan itu sendiri,” ujar Wahyono.
Senada dengan hal tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Panusupan, Tarwoto, mengungkapkan bahwa festival ini lahir dari rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi. Tak sekadar pesta, agenda ini dirancang untuk mendongkrak sektor ekonomi riil lewat UMKM serta menghidupkan kembali roh gotong royong warga.
“Kami ingin meningkatkan eksistensi budaya asli Panusupan seperti Ebeg, Ronggeng, dan kesenian lainnya agar terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil di desa,” kata Tarwoto.
Optimisme serupa disuarakan oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Astagina, Nofiaji, S.Sos. Ia menambahkan bahwa festival ini dirancang untuk memperkuat posisi Desa Panusupan sebagai salah satu destinasi kunjungan berbasis budaya di Banyumas.
Kemeriahan hari pertama diawali dengan khidmat melalui ziarah dan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Suasana berubah semarak saat arak-arakan gunungan hasil bumi mulai bergerak, dipimpin langsung oleh Pj. Kepala Desa.
Kirab budaya tersebut menempuh jarak sekitar 1 kilometer, mengambil titik start dari Balai Desa menuju Lapangan Besar Panusupan. Setibanya di lokasi utama, warga disuguhi rentetan pementasan seni mulai dari tari tradisional hingga pertunjukan Begalan. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama dan perebutan gunungan hasil bumi oleh warga yang antusias.
Selama hampir sepekan, Festival Wong Tani Panusupan ke-2 akan menyajikan perpaduan apik antara tradisi, olahraga, aksi sosial, dan hiburan:
Sesi Tradisi & Ritual: Jamasan Pusaka, Ruwat Bumi, dan Pagelaran Wayang Kulit.
Pentas Seni Khas: Tari Ronggeng, Kuda Lumping (Ebeg), Seni Daki, Sendra Tari, dan Shymponi Dromenan.
Kegiatan Publik & Olahraga: Jalan Sehat Wong Tani, Senam Masal, Benteng Desa Adventure, Grebeg Pecak Panusupan, Festival Lentera Kalpa, dan Permainan Tradisional.
Religi & Hiburan: Gebyar Sholawat, Santunan Anak Yatim, Pentas Musik, serta pertunjukan Campursari yang diiringi oleh musik Chandra Birawa.