
Ganjar mengungkapkan ajakan itu kala melaunching gerakan bertajuk “Minum Jamu Bersama” yg diikuti serentak secara virtual bersama kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Gerakan ini nantinya akan terlaksana secara rutin.
“Gerakan minum jamu ini rasa-rasanya memang mesti kita gaspol lagi,” ucap Ganjar di hadapan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jateng yang mengikuti secara daring.
Tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 juga didorong gubernur untuk minum jamu untuk meningkatkan stamina dan imunitas.
“Dan itu (jamu) kalau diberikan kepada kawan-kawan yang di tenaga kesehatan, di rumah sakit, yang tiap hari di lingkungan masyarakat, itu pasti akan sangat bermanfaat,” katanya.
Selain industri jamu yang akan berkembang, lanjut Ganjar, masyarakat juga mesti diedukasi akan khasiat jamu untu kesehatan.
“Mereka-mereka yang mengerti tentang jamu dan manfaatnya bisa membantu menjelaskan, edukasi kepada masyarakat bahwa minum jamu akan sehat. Terus kemudian kita semua juga akan mengonsumsi produk dalam negeri. _Jamune payu, awake dewe sehat_ (jamunya laku, badan juga sehat),” ujarnya.
Ganjar juga menceritakan bahwa ada beberapa teman di Eropa yang menghubunginya dan bertanya soal rempah-rempah.
“Kekayaan alam yang diberikan kepada kita, banyaknya empon-empon, banyaknya _raw material_ (bahan mentah) untuk jamu ini rasa-rasanya mesti kita teliti sendiri untuk bisa kita pakai ya, sehingga kita bisa menanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Kesra, Imam Maskur mengatakan gerakan minum jamu ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mendorong masyarakat untuk selalu hidup sehat.
“Gerakan ini nanti dilakukan dua kali dalam sebulan di kalangan ASN setiap hari jumat dan menjadikan jamu sebagai hidangan alternatif untuk memberdayakan UMKM jamu,” ujarnya.