
SERAYUNEWS– Ganjar Pranowo, mengunjungi sejumlah lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Kamis (29/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menjenguk ribuan warga terdampak yang terpaksa pengungsi sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan.
Beberapa lokasi yang didatangi Ganjar antara lain Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet; pengungsian di Vila Sambas dan Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja; Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja; serta sejumlah titik terdampak lainnya.Kehadiran Ganjar di lokasi bencana disambut hangat oleh masyarakat. Warga berebut menyalami, bahkan memeluk mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu.
“Ya Allah Pak Ganjar, maturnuwun pak sudah datang ke sini. Bungah nemen yakin atine (bahagia sekali rasanya),” ucap salah satu warga yang mengungsi di Vila Sambas, Desa Serang, Kecamatan Karangreja.
Ganjar menyapa para pengungsi dengan hangat sambil menanyakan kondisi mereka. Ia memastikan kesehatan pengungsi terjaga, makanan tercukupi, serta kebutuhan lainnya aman.“Bapak ibu sehat nggih? Makanannya cukup kan? Yang sabar ya, semoga segera pulih kembali,” sapa Ganjar.
Ganjar kemudian meninjau langsung area pengungsian. Di dalam lokasi, terlihat para pengungsi tengah mengantre untuk pemeriksaan kesehatan, sementara sebagian lainnya sibuk menyiapkan makanan. Setidaknya terdapat lebih dari 200 pengungsi di lokasi tersebut, yang didominasi oleh lansia dan anak-anak.
“Kasurnya sudah cukup banyak, selimut juga sudah ada. Sementara di sini dulu ya, sampai prosesnya selesai,” ujar Ganjar.
Salah satu pengungsi, Fasniah (52), mengaku terharu atas kunjungan Ganjar. Ia merasa senang karena banyak pihak yang peduli dan datang membantu.
“Alhamdulillah senang sekali kedatangan Pak Ganjar. Bisa menghibur kesedihan kami yang sedang kesusahan karena sudah tidak punya rumah lagi. Kami semua mengucapkan terima kasih banyak,” katanya.
Kepala Desa Serang, Sugito, mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor tersebut berdampak pada ribuan warganya. Banyak rumah mengalami kerusakan, sementara jumlah pengungsi mencapai lebih dari 2.300 orang yang tersebar di lokasi pengungsian maupun di rumah warga.
“Kami tentu sangat senang atas kedatangan tokoh masyarakat seperti Pak Ganjar. Apalagi beliau juga membawa bantuan yang sangat meringankan beban masyarakat kami,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga membagikan bantuan berupa seragam sekolah, tas, buku, dan alat tulis kepada ratusan pelajar terdampak bencana. Bantuan disalurkan di sejumlah lokasi pengungsian serta beberapa sekolah.
“Iya, memang saya mendorong anak-anak tetap bisa sekolah. Kami fokus pada bantuan sekolah karena, berdasarkan informasi dari para kepala desa, kebutuhan makan sudah tercukupi,” ujar Ganjar.
Sementara itu, lanjut Ganjar, kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak masih belum terpenuhi. Banyak anak yang tidak dapat berangkat ke sekolah karena seragam dan alat tulis mereka hanyut terbawa banjir.
“Untuk itu, kita pikirkan seragam mereka, tas, buku, dan lainnya. Ini penting agar anak-anak tetap bisa beraktivitas, sekaligus menghindari trauma,” imbuhnya.
Salah satu pelajar, Via Meisyaroh, mengatakan bahwa bencana tersebut telah menghanyutkan seragam, buku, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya. Kondisi itu membuatnya tidak bisa berangkat ke sekolah selama beberapa hari terakhir.
“Tas, seragam, dan lainnya hanyut kebawa banjir. Setelah dapat bantuan ini, jadi bisa sekolah lagi,” ucapnya.