
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Cara generasi muda membeli pulsa dan voucher terus berubah seiring berkembangnya teknologi digital. Jika dulu membeli pulsa identik dengan datang langsung ke konter HP, kini transaksi bisa dilakukan dalam hitungan detik melalui mobile banking, e-wallet, dan berbagai layanan pembayaran digital.
Namun, anggapan bahwa Gen Z sudah sepenuhnya meninggalkan konter HP ternyata tidak sepenuhnya benar. Sebagian masih memilih membeli pulsa atau voucher secara tunai karena faktor kebiasaan dan ketersediaan uang.
Data survei Zigi dan Katadata Insight Center (KIC) yang dilakukan secara daring pada 6-12 September 2021 menunjukkan bahwa pulsa masih menjadi salah satu kebutuhan rutin Gen Z. Dari 1.692 responden Gen Z berusia 15-22 tahun, sebanyak 56,6 persen mengaku menggunakan fasilitas kredit untuk membeli pulsa.
Survei tersebut merupakan bagian dari penelitian terhadap 4.554 responden yang terdiri dari Generasi Z dan generasi milenial. Para responden tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Kebutuhan komunikasi masih menjadi bagian penting dalam keseharian Gen Z. Dalam survei tersebut, sebanyak 72,9 persen responden Gen Z menyebut pulsa dan internet sebagai salah satu kebutuhan rutin.
Selain pulsa, penggunaan fasilitas kredit juga cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan fashion. Sebanyak 61 persen Gen Z dalam survei menggunakan paylater atau kredit untuk membeli berbagai produk fashion, seperti pakaian, celana, sepatu, dan kebutuhan sejenis.
Manajer Riset KIC Vivi Zabkie menjelaskan, dari keseluruhan responden yang mengikuti survei, sebanyak 13,8 persen pernah menggunakan fasilitas kredit atau paylater.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pulsa tetap melekat dengan aktivitas digital Gen Z. Namun, cara mereka mendapatkannya mulai bergeser dari transaksi langsung di konter menuju layanan digital.
Perkembangan dompet digital atau e-wallet membuat pembelian pulsa semakin mudah. Pengguna cukup membuka aplikasi di smartphone, memilih nominal pulsa atau voucher, melakukan pembayaran, kemudian menunggu transaksi selesai.
Selain pulsa, layanan pembayaran digital juga memungkinkan pengguna membayar berbagai kebutuhan lain, seperti tagihan listrik, internet, hingga produk digital.
Kemudahan tersebut menjadi salah satu alasan transaksi digital semakin diminati. Pengguna juga dapat melihat riwayat transaksi sehingga lebih mudah memantau pengeluaran.
Berbagai promo yang ditawarkan penyedia layanan pembayaran digital turut menjadi daya tarik. Harga transaksi terkadang terasa lebih murah ketika pengguna mendapatkan potongan harga, cashback, atau promosi lainnya.
Nanda dan Thirza, mahasiswi Universitas Wijayakusuma Purwokerto, menilai transaksi secara online saat ini lebih praktis. Menurut mereka, harga yang ditawarkan terkadang lebih terjangkau karena adanya berbagai promo.
Pengalaman serupa disampaikan Istiati, warga Banjarnegara. Ia mengaku kini lebih sering menggunakan mobile banking untuk melakukan transaksi karena lokasi konter atau kantor layanan tidak berada dekat dengan tempat tinggalnya.
Meski pembayaran digital semakin mudah, sebagian Gen Z masih memilih membeli pulsa dan voucher secara langsung di konter HP.
Salah satu alasannya sederhana: uang tunai masih lebih sering berada di tangan dibandingkan saldo e-wallet.
Lisa dan Triana, mahasiswi Universitas Wijayakusuma Purwokerto, mengatakan mereka masih cukup sering membeli pulsa maupun voucher di konter HP. Keduanya memilih cara tersebut karena lebih sering memegang uang tunai dibandingkan memiliki saldo pada dompet digital.
Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor teknologi bukan satu-satunya penentu perubahan kebiasaan transaksi. Akses terhadap layanan digital, kepemilikan saldo, kebiasaan bertransaksi, hingga kondisi seseorang saat membutuhkan pulsa ikut memengaruhi pilihan cara pembayaran.
Peralihan ke transaksi digital memang membuat pembelian pulsa semakin praktis. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat konter HP kehilangan pelanggan.
Sebagian Gen Z sudah terbiasa membeli pulsa melalui mobile banking dan e-wallet karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus keluar rumah. Di sisi lain, mereka yang lebih sering menggunakan uang tunai masih menjadikan konter HP sebagai pilihan.
Artinya, Gen Z tidak sepenuhnya meninggalkan konter HP. Mereka justru memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan pulsa dan voucher, baik melalui transaksi digital maupun secara langsung.
Pada akhirnya, pilihan antara membeli pulsa lewat e-wallet atau datang ke konter HP kembali pada kebutuhan, kebiasaan, akses, dan metode pembayaran yang paling mudah bagi masing-masing pengguna. (Artika Riana)