
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS– Gerakan masyarakat dalam rangka membudayakan membaca tak pernah berhenti. Salah satunya adalah dengan mendirikan rumah baca.
Di Banjarnegara, ada Rumah Baca Purnama yang giat melakukan berbagai kegiatan literasi. Tidak hanya menyediakan buku bacaan, rumah baca ini juga kerap mengadakan pelatihan, seperti pelatihan menulis, menyunting video, atau mengolah sampah.
Baru-baru ini, Rumah Baca Purnama mempunyai sebuah inovasi yang membuat masyarakat lebih dekat dengan buku, yaitu Gerobak Literasi.
Gerobak Literasi ini merupakan layanan perpustakaan keliling. Bentuknya berupa kendaraan listrik roda tiga yang membawa berbagai koleksi buku Rumah Baca Purnama.
Kendaraan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Dengan adanya program ini, Rumah Baca Purnama dapat meningkatkan layanan bagi masyarakat.
Gerobak Literasi sendiri mulai beroperasi sejak minggu ini. Beberapa sekolah atau Lembaga Pendidikan telah dikunjungi, di antaranya MI NU 03 Situwangi, MA GUPPI Rakit, TPQ Al Ikhsan Desa Adipasir, dan TPQ Hidayatul Islamiah.
Saat ini, Gerobak Literasi belum memiliki jadwal kunjungan tetap. Namun, Indra Hari Purnama, founder rumah baca ini, membuka kesempatan untuk berkolaborasi bagi sekolah, lembaga Pendidikan, atau komunitas.
“Jika ingin dikunjungi, bisa hubungi Rumah Baca Purnama untuk dijadwalkan. Semua gratis,” ujar Indra.
Rumah Baca Purnama sendiri belokasi di Luwung, Kecamatan Rakit. Selain itu, masyarakat bisa menghubungi akun Instagramnya di @rumahbacapurnama.
Jadi, Gerobak Literasi melayani seluruh daerah di Banjarnegara. Namun, bisa diusahakan rute yang dilalui tidak terlalu menanjak.
Sementara itu, hari Minggu besok, Gerobak Literasi dijadwalkan ke CFD Alun-Alun Banjarnegara dan Pos Baca Gurita Dusun Simpar Desa Lengkong.
Lebih lanjut, Indra menjelaskan tujuan Gerobak Literasi ini.
1. Agar lebih massif mendekat ke masyarakat.
2. Mendekatkan akses buku.
3. Membangun iklim sinergi untuk meningkatkan literasi.
4. Sosialisasi tentang bahaya bermain di dekat SUTT (untuk anak-anak).
5. Memberi pemahaman untuk saling menjaga asset milik negara.
“Adanya Gerobak Literasi ini semoga dapat bermanfaat dan mendekatkan buku kepada masyarakat, tanpa harus membeli mereka bisa meminjam dan/atau membaca di tempat. Serta dapat berkolaborasi untuk saling mengisi dan memberi kontribusi terhadap peningkatan literasi,” harap Indra.
Gerobak Literasi merupakan sebuah inovasi yang layak mendapat dukungan. Buku tak lagi sulit dijangkau. Semoga hal ini akan menebarkan manfaat lebih luas.