Rabu, 1 Desember 2021

Gula Rafinasi Ilegal Beredar di Pasaran, Pemkab Cilacap Ambil Langkah Serius

Ilustrasi gula rafinasi. (Dok istimewa)

Masih maraknya peredaran gula rafinasi secara ilegal memaksa Pemkab Cilacap mengambil langkah serius. Salah satunya dengan menertibkan usaha gula olahan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispabun) Cilacap Susilan.


Cilacap. serayunews.com

“Mau tidak mau kami harus ambil langkah serius, harus dituntaskan secepatnya. Gula rafinasi ini berbahaya jika langsung dikonsumsi, karena peruntukannya hanya untuk industri,” katanya kepada serayunews.com, Kamis (25/11/2021).

Ia menjelaskan, dalam peredarannya, gula rafinasi ini dicetak menyerupai gula kelapa, sehingga dapat mengecoh para konsumen. Di sisi lain, gula rafinasi ini sudah beredar di pasar bebas, bahkan hingga Jakarta, Bandung dan Surabaya yang jumlahnya mencapai ratusan ton.

“Harganya lebih murah dari gula kelapa asli, kalau rafinasi berkisar Rp 8-12 ribu per kilogram. Sedangkan gula kelapa asli Rp 14-15 ribu per kilogram, ini yang membuat produsen gula kelapa asli belakang merugi,” tuturnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kata dia, pihaknya akan mengambil kebijakan dalam melindungi konsumen. Agar dapat menjaminan mutu dan keamanan pangan konsumsi. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menertibkan usaha gula olahan yang ada di Kabupaten Cilacap.

“Pembinaan kepada petani juga dilakukan, supaya tidak memproduksi gula rafinasi. Kita akan berikan panduannya,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini