
SERAYUNEWS– Kiprah akademisi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Guru Besar UIN Saizu yang menjabat Wakil Rektor III, Prof. Sunhaji, resmi meraih predikat Master Trainer Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pencapaian ini menempatkannya sebagai salah satu akademisi yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang sertifikasi profesi dan pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi.
Tak hanya menyandang gelar Master Trainer, Prof. Sunhaji juga aktif menjalankan tugas sebagai asesor kompetensi BNSP yang berwenang melakukan penilaian terhadap berbagai profesi strategis.
Bahkan, pada tahun 2026 ini ia dipercaya mengemban tugas besar untuk melakukan asesmen kompetensi terhadap ribuan Direktur Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Saizu karena menunjukkan bahwa dosen dan pimpinan perguruan tinggi tidak hanya berkiprah di lingkungan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Predikat Master Trainer bukanlah capaian yang diperoleh secara instan. Prof. Sunhaji harus melewati serangkaian tahapan, pelatihan, asesmen, serta penugasan yang ketat dari BNSP sebelum akhirnya mencapai level tertinggi tersebut.
Dalam keterangannya, Prof. Sunhaji mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, kesempatan untuk menjadi asesor hingga mencapai jenjang Master Trainer merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Alhamdulillah, saya sebagai salah satu dosen UIN Saizu diterima di BNSP Jakarta sebagai asesor BNSP dan saat ini sudah mencapai tingkat Master Trainer, sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai asesor,” ujar Prof. Sunhaji.
Ia menjelaskan bahwa selama menjadi asesor, dirinya telah terlibat dalam berbagai kegiatan asesmen kompetensi yang dilaksanakan di sektor industri, lembaga pendidikan, hingga organisasi profesi. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas yang semakin luas dan kompleks.
Kepercayaan besar yang diterima Prof. Sunhaji saat ini adalah penugasan untuk melakukan asesmen kompetensi terhadap Direktur Koperasi Merah Putih yang mengikuti program sertifikasi nasional.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan koperasi di Indonesia melalui penguatan kompetensi para pemimpinnya. Sebagai asesor yang telah mencapai level Master Trainer, Prof. Sunhaji dipercaya untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.
Menurutnya, asesmen tersebut akan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2026 berdasarkan surat tugas resmi yang diterbitkan melalui Learnova Consultant Indonesia (LCI).
“Untuk tahap pertama ini saya dipercaya menguji para Direktur Koperasi Merah Putih. Jumlahnya sangat besar dan tersebar di berbagai daerah,” katanya.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya kebutuhan sertifikasi kompetensi di sektor koperasi, terutama dalam menghadapi tantangan pengelolaan organisasi dan bisnis yang semakin kompleks.
Sebagai asesor nasional, Prof. Sunhaji telah melaksanakan asesmen kompetensi di berbagai wilayah. Di Jawa Tengah, misalnya, kegiatan asesmen telah berlangsung di sejumlah kota seperti Solo, Magelang, Semarang, dan Boyolali.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai latar belakang profesi yang membutuhkan sertifikasi sebagai bagian dari pengembangan karier maupun persyaratan jabatan.
Selain melakukan asesmen secara langsung, Prof. Sunhaji juga aktif memberikan pembinaan dan pendampingan kepada peserta agar memahami standar kompetensi yang harus dipenuhi.
Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan proses penting untuk memastikan seseorang benar-benar memiliki kemampuan sesuai bidang pekerjaannya.
Prof. Sunhaji menilai kebutuhan terhadap sertifikasi kompetensi terus meningkat seiring berkembangnya dunia kerja dan tuntutan profesionalisme di berbagai sektor.
Saat ini, banyak instansi pemerintah, perusahaan, maupun organisasi yang mensyaratkan sertifikat kompetensi sebagai bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan sesuai standar nasional.
“Banyak jabatan profesional yang sekarang menuntut adanya bukti kompetensi melalui sertifikasi resmi. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem sertifikasi yang diterapkan BNSP dirancang untuk memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang dapat diakui secara luas.
Dengan demikian, sertifikasi tidak hanya memberikan nilai tambah bagi individu, tetapi juga meningkatkan kepercayaan lembaga dan perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia yang mereka miliki.
Dalam pandangan Prof. Sunhaji, kompetensi tidak hanya diukur dari kemampuan teknis atau keterampilan dasar. Seorang profesional harus mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja yang sangat dinamis.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi mencakup beberapa tingkatan, mulai dari kemampuan menjalankan tugas dasar, mengelola pekerjaan, menyelesaikan masalah, beradaptasi terhadap perubahan, hingga kemampuan melakukan transfer skill ke bidang lain.
“Seorang profesional tidak cukup hanya mampu menjalankan tugas dasar. Ia harus mampu mengelola pekerjaan, menyelesaikan masalah, beradaptasi dengan lingkungan kerja, hingga mentransfer keterampilannya ke bidang lain,” jelasnya.
Konsep tersebut menjadi salah satu fondasi utama dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional yang diterapkan oleh BNSP.
Menurut Prof. Sunhaji, kemampuan adaptasi dan transfer skill menjadi faktor penting agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Selain menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor III UIN Saizu dan asesor BNSP, Prof. Sunhaji juga dikenal aktif sebagai konsultan serta trainer profesional di berbagai lembaga pelatihan.
Salah satu aktivitasnya dilakukan melalui Learnova Consultant Indonesia (LCI), lembaga yang bergerak di bidang pelatihan, konsultasi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Melalui lembaga tersebut, Prof. Sunhaji kerap menjadi pemateri dalam berbagai program peningkatan kapasitas profesional yang diikuti oleh peserta dari sektor pemerintahan, pendidikan, koperasi, hingga industri.
Baru-baru ini, ia menjadi narasumber dalam pelatihan Financial Planning yang diselenggarakan di Karawang. Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan materi terkait pengembangan kompetensi profesional serta pentingnya asesmen dalam memastikan kualitas sumber daya manusia di bidang keuangan.
Keterlibatan aktifnya dalam berbagai kegiatan nasional menunjukkan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Bagi Prof. Sunhaji, setiap tugas yang dijalankan tidak hanya menjadi amanah pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan UIN Saizu sebagai perguruan tinggi yang memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia profesional.
Ia mengaku bangga dapat membawa nama kampus dalam berbagai forum nasional yang melibatkan lembaga sertifikasi, perusahaan, maupun instansi pemerintah.
“Saya bangga sebagai Dosen UIN Saizu dan sebagai Wakil Rektor III dipercaya menjalankan amanah ini. Semoga bisa memberikan manfaat bagi pengembangan SDM Indonesia sekaligus membawa nama baik kampus,” ungkapnya.
Pencapaian Prof. Sunhaji sebagai Master Trainer dan Asesor BNSP sekaligus menjadi bukti bahwa akademisi UIN Saizu mampu bersaing dan mendapat kepercayaan di tingkat nasional.
Peran yang dijalankannya dalam sertifikasi kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia diharapkan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.