
BANJARNEGARA,SERAYUNEWS – Upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan bebas dari pengaruh negatif terus diperkuat jajaran Polres Banjarnegara. Salah satunya melalui kegiatan silaturahmi Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi, ke SMP Negeri 2 Banjarnegara, Selasa (4/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dengan dunia pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta kondusif bagi proses belajar mengajar.
Dalam kunjungannya, Kapolres melakukan dialog bersama para guru dan kepala sekolah terkait beberapa persoalan remaja yang kerap dihadapi kalangan pelajar menjadi pembahasan bersama, mulai dari kenakalan remaja, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pelanggaran lalu lintas yang melibatkan siswa.
Kapolres Banjarnegara AKBP Aruma Chandra Dewi menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci untuk mencegah pelajar terjerumus ke dalam berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan mereka.
Menurutnya, berbagai fenomena seperti tawuran antarpelajar, balap liar, penyalahgunaan narkoba, hingga perilaku menyimpang lainnya harus dicegah sejak dini melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Menjaga anak-anak agar tetap fokus pada pendidikan membutuhkan peran semua pihak. Orang tua, guru, masyarakat, dan kepolisian harus bersama-sama mengawal mereka. Anak-anak kita adalah generasi emas Indonesia yang harus dijaga agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merugikan masa depan,” ujar AKBP Aruma.
Ia menambahkan, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi penerus bangsa.
Karena itu, para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan sungguh-sungguh, meningkatkan disiplin, serta menjauhi berbagai perilaku negatif agar kelak menjadi sumber daya manusia yang unggul dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak pihak sekolah untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas peserta didik. Ia meminta setiap potensi gangguan keamanan maupun perilaku menyimpang segera dikomunikasikan dengan pihak kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Sinergi yang kuat antara Polri dan dunia pendidikan akan melahirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari berbagai bentuk pelanggaran. Dengan demikian, para siswa dapat belajar dengan tenang, berprestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Melalui pendekatan edukatif dan komunikasi langsung dengan lingkungan sekolah, Polres Banjarnegara berharap kesadaran hukum di kalangan pelajar semakin meningkat sekaligus mampu menekan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.