
SERAYUNEWS – Harga emas batangan Antam pada Selasa, 2 Juni 2026 mengalami penurunan cukup signifikan setelah libur panjang Hari Lahir Pancasila.
Berdasarkan pembaruan harga resmi, emas Antam turun Rp25.000 per gram menjadi Rp2.774.000.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga jual kembali yang kini berada di level Rp2.584.000 per gram.
Kondisi ini menarik perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai atau investasi jangka panjang.
Sebab, setelah sempat bergerak tinggi dan mencetak rekor pada awal tahun 2026, harga emas kini menunjukkan koreksi.
Lantas, bagaimana perkembangan harga emas hari ini dan apa yang perlu diperhatikan jika Anda ingin membeli atau menjual emas?
Berdasarkan pembaruan resmi harga emas batangan Antam pada Selasa pagi pukul 08.30 WIB, harga emas ukuran 1 gram turun menjadi Rp2.774.000.
Angka tersebut terkoreksi Rp25.000 dibandingkan harga sebelumnya pada Senin, 1 Juni 2026 yang sempat dipatok Rp2.799.000 per gram.
Tak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan dalam nominal yang sama.
Jika sehari sebelumnya berada di level Rp2.609.000 per gram, kini harga buyback turun menjadi Rp2.584.000 per gram.
Bagi investor, harga buyback menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan nilai jual kembali emas ke pihak Logam Mulia atau gerai resmi.
Dengan kata lain, selisih antara harga beli dan buyback perlu diperhatikan sebelum memutuskan transaksi.
Sebagai pembanding, pada Jumat, 29 Mei 2026, harga emas Antam juga berada di angka Rp2.774.000 per gram dengan harga buyback Rp2.579.000.
Hal ini menunjukkan bahwa setelah sempat melonjak menjelang akhir pekan dan libur panjang, harga emas kini kembali ke posisi yang relatif sama seperti beberapa hari sebelumnya.
Berikut rincian harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran yang diperbarui pada pukul 08.30 WIB:
Daftar harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global dan kebijakan perusahaan.
Penurunan harga emas tidak terjadi tanpa alasan. Secara umum, pergerakan harga emas dipengaruhi berbagai faktor.
Adapun mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar dolar Amerika Serikat, tingkat inflasi, hingga kebijakan suku bunga bank sentral.
Saat ketidakpastian ekonomi meningkat, emas biasanya menjadi aset yang diburu investor karena dianggap sebagai safe haven atau aset pelindung nilai.
Sebaliknya, ketika kondisi pasar mulai stabil atau investor beralih ke instrumen lain, harga emas bisa terkoreksi.
Meski demikian, penurunan harga dalam jangka pendek tidak selalu berarti tren pelemahan berkepanjangan.
Banyak investor justru memanfaatkan momentum koreksi untuk melakukan pembelian bertahap.
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan membeli emas, penting memahami tujuan investasi terlebih dahulu.
Jika orientasinya jangka panjang, fluktuasi harian biasanya tidak terlalu menjadi persoalan utama.
Harga Emas Antam Sempat Cetak Rekor Tertinggi
Sebelum mengalami koreksi seperti sekarang, harga emas Antam sebenarnya mencatat tren kenaikan yang cukup konsisten sejak tahun lalu.
Pada Oktober 2025, harga emas Antam sempat menyentuh level tertinggi saat itu, yakni sekitar Rp2.487.000 per gram. Namun angka tersebut kemudian terus menanjak.
Memasuki awal 2026 hingga Maret 2026, harga emas bahkan sempat menembus rekor baru di kisaran Rp3,1 juta per gram.
Lonjakan tersebut dipengaruhi tingginya minat investasi emas di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian pasar keuangan.
Karena itu, meskipun saat ini harga turun Rp25.000, nilainya masih tergolong tinggi jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.***