
SERAYUNEWS- Harga logam mulia perak kembali menjadi sorotan investor pada Jumat, 30 Januari 2026.
Pergerakan harga yang cenderung turun tipis membuat banyak pelaku pasar bertanya apakah perak masih layak dilirik sebagai instrumen investasi seperti emas, atau justru mulai kehilangan daya tariknya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas, perak tetap dikenal sebagai aset safe haven alternatif.
Namun, berbeda dengan emas yang sering menjadi pilihan utama, perak memiliki karakter volatilitas lebih tinggi sehingga peluang keuntungan dan risikonya berjalan beriringan.
Penurunan harga hari ini dinilai belum menunjukkan tren pelemahan besar. Sebaliknya, sebagian analis melihatnya sebagai koreksi wajar yang justru membuka peluang beli bagi investor jangka panjang.
Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya harga Perak hari ini turun tipis ke Rp72.750 per gram.
Harga perak produksi Antam tercatat berada di level Rp72.750 per gram, turun sekitar Rp250 dibandingkan hari sebelumnya.
Meski penurunannya relatif kecil, perubahan ini tetap menjadi indikator penting bagi investor yang aktif memantau pergerakan logam mulia.
Pergerakan harga logam mulia, termasuk perak, biasanya dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, harga komoditas global, hingga sentimen pasar terhadap inflasi dan suku bunga.
Selain harga per gram, variasi ukuran juga memengaruhi nilai jual perak di pasaran. Berikut kisaran harga terbaru:
Harga tersebut menunjukkan bahwa pembelian dalam jumlah besar tetap menjadi strategi umum bagi investor untuk mendapatkan rata-rata harga lebih efisien.
Bursa Efek Indonesia menilai bahwa investasi pada logam mulia seperti emas dan perak sering dipilih saat kondisi ekonomi bergejolak karena dianggap mampu menjaga nilai kekayaan.
Selain itu, permintaan industri juga berperan penting. Perak tidak hanya digunakan sebagai aset investasi, tetapi juga dibutuhkan dalam sektor elektronik dan teknologi, sehingga fluktuasi permintaan dapat memengaruhi harga.
Banyak analis menilai perak tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Karakteristiknya yang sering bergerak mengikuti tren emas membuat perak cocok bagi investor yang ingin masuk ke logam mulia dengan modal lebih rendah.
Namun, penting dipahami bahwa perak cenderung lebih volatil dibanding emas. Artinya, potensi keuntungan bisa lebih cepat, tetapi risiko koreksi juga lebih besar. Investor disarankan menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Emas masih dianggap sebagai raja safe haven, tetapi perak memiliki keunggulan dari sisi keterjangkauan harga. Investor pemula sering menjadikannya pintu masuk sebelum beralih ke emas.
Dalam jangka panjang, kombinasi keduanya justru dinilai lebih ideal. Emas memberikan stabilitas, sementara perak berpotensi memberi pertumbuhan nilai lebih agresif ketika permintaan meningkat.
Koreksi harga tipis seperti saat ini sering dianggap sebagai momentum akumulasi. Investor berpengalaman biasanya membeli saat harga melemah dan menahan aset hingga siklus naik kembali.
Meski begitu, keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan tujuan finansial, kondisi ekonomi, serta tren pasar global.
Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli perak:
1. Pantau harga secara berkala
2. Pilih produk bersertifikat resmi
3. Sesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial
4. Diversifikasikan portofolio
5. Fokus pada strategi jangka panjang
Langkah sederhana ini dapat membantu meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan peluang keuntungan.
Sejumlah pengamat menilai prospek perak masih cukup positif karena didukung kebutuhan industri dan minat investor terhadap aset lindung nilai. Jika tekanan inflasi meningkat atau ketidakpastian ekonomi berlanjut, logam mulia biasanya kembali diminati.
Meski turun tipis hari ini, perak belum menunjukkan sinyal pelemahan signifikan. Justru, kondisi tersebut bisa menjadi fase konsolidasi sebelum pergerakan berikutnya.
Pergerakan harga perak yang hanya turun sedikit menunjukkan bahwa pasar masih relatif stabil. Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bisa menjadi peluang strategis untuk mulai mengoleksi logam mulia dengan harga lebih rendah.
Pada akhirnya, keputusan investasi tetap bergantung pada tujuan keuangan dan toleransi risiko. Dengan strategi yang tepat, perak masih dapat menjadi aset pelengkap yang memperkuat portofolio.