
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Perbincangan mengenai Pesarean Gunung Kawi kembali memanas di media sosial.
Kali ini bukan karena kisah mistis atau cerita tentang pencarian rezeki, melainkan beredarnya daftar harga atau price list selamatan dan nadzar yang dilakukan di kawasan tersebut.
Unggahan tersebut dengan cepat menyita perhatian publik. Banyak warganet mengaku baru mengetahui bahwa berbagai perlengkapan ritual di Gunung Kawi memiliki daftar harga yang cukup rinci, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
Fenomena ini semakin memperpanjang pembahasan mengenai Gunung Kawi yang dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial.
Nama Gunung Kawi belakangan terus menghiasi linimasa media sosial.
Sebelumnya, publik ramai membicarakan pengakuan seorang kuncen yang menyebut sejumlah artis pernah datang ke kawasan tersebut.
Isu tersebut membuat rasa penasaran masyarakat kembali meningkat.
Banyak orang kemudian mencari berbagai informasi mengenai Gunung Kawi, mulai dari sejarah, tradisi yang dijalankan, hingga ritual yang biasa dilakukan oleh para peziarah.
Di tengah tingginya rasa ingin tahu masyarakat, muncul unggahan yang memperlihatkan daftar harga selamatan dan nadzar di Pesarean Gunung Kawi.
Unggahan tersebut berasal dari akun X @hanifproduktif pada Kamis, 2 Juli 2026.
“Ternyata di Gunung Kawi beneran ada price list-nya jir wkwkwk. Ini gak ada info projected ROI-nya kah?,”
Cuitan tersebut langsung menarik perhatian ribuan pengguna media sosial.
Banyak yang mengomentari nominal biaya ritual, sementara lainnya justru penasaran dengan tujuan dari masing-masing paket selamatan yang tercantum.
Berdasarkan daftar yang beredar di media sosial, tersedia berbagai pilihan selamatan maupun nadzar dengan bahan dan bentuk penyajian yang berbeda.
Berikut daftar harga yang ramai diperbincangkan publik:
Nominal tersebut sontak menjadi bahan diskusi di media sosial. Sebagian warganet menganggap daftar harga itu cukup mengejutkan, sementara lainnya menilai biaya tersebut berkaitan dengan kebutuhan logistik dan penyelenggaraan ritual.
Selamatan merupakan tradisi masyarakat Jawa berupa doa bersama yang disertai penyajian makanan sebagai ungkapan rasa syukur ataupun permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu, nadzar merupakan janji seseorang untuk melakukan suatu amalan atau memberikan persembahan apabila doa atau harapan yang dipanjatkan terkabul.
Di kawasan Pesarean Gunung Kawi, sebagian peziarah melaksanakan selamatan atau memenuhi nadzar sesuai keyakinan dan tradisi yang berkembang di lingkungan tersebut.
Perlengkapan ritual biasanya berupa tumpeng, lauk-pauk, hasil bumi, hingga pagelaran wayang pada acara tertentu.
Karena kebutuhan setiap ritual berbeda, biaya yang dikeluarkan pun bervariasi tergantung jenis selamatan yang dipilih.
Pesarean Gunung Kawi terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Tempat ini dikenal sebagai lokasi makam dua tokoh penyebar agama Islam pada masa lampau, yakni Kanjeng Kyai Zakaria II atau yang dikenal sebagai Eyang Djoego dan Raden Mas Iman Soedjono.
Setiap tahun, kawasan ini didatangi ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Sebagian datang untuk berziarah, berdoa, maupun mengikuti tradisi budaya yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Di sekitar kompleks pesarean juga terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, kios oleh-oleh, penginapan, rumah makan, hingga penyedia perlengkapan ritual.
Keberadaan fasilitas tersebut membuat aktivitas ziarah berlangsung lebih tertata dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Beredarnya daftar harga ritual kembali memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Ada yang menganggap daftar tersebut sebagai informasi baru karena selama ini mereka hanya mengenal Gunung Kawi dari cerita-cerita yang berkembang di masyarakat.
Sebagian pengguna media sosial juga mengingatkan agar publik tidak langsung menarik kesimpulan mengenai tujuan seseorang datang ke Gunung Kawi.
Pasalnya, tidak semua pengunjung melakukan ritual tertentu. Banyak pula yang datang semata-mata untuk berziarah, berwisata religi, mempelajari sejarah, atau menikmati suasana kawasan pegunungan yang sejuk.
Fenomena viral ini menunjukkan bagaimana media sosial mampu mengangkat kembali sebuah tradisi lokal menjadi bahan perbincangan nasional.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap menyaring informasi yang beredar dan memahami konteks budaya di balik setiap tradisi yang dijalankan.
Dengan ramainya pembahasan mengenai daftar harga selamatan dan nadzar tersebut, Gunung Kawi kembali menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dicari informasinya di internet dalam beberapa hari terakhir.
Di balik viralnya price list ritual, kawasan ini tetap dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi dan budaya yang memiliki sejarah panjang di Jawa Timur.***