
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Suasana haru menyelimuti proses rekonstruksi peristiwa pembunuhan bos bengkel, di Arcawinangun Purwokerto, yang dibunuh istrinya sendiri. Di tengah jalannya rekonstruksi, anak semata wayang mereka sempat mengalami pingsan.
Selama proses reka adegan peristiwa tersebut, air mata perempuan itu juga tak terbendung. Bahkan, dia juga sempat teriak histeris.
Estiningsih, adik EM (istri korban), mengatakan bahwa anaknya sudah berkeluarga dan tinggal di Kalimantan.
“Mereka (korban dan tersangka) tinggal berdua, anaknya di Kalimantan,” kata Esti, disela-sela proses rekonstruksi, Kamis (16/07/2026).
Dia menyampaikan bahwa anaknya, pulang ke Purwokerto belum lama. Dia pulang setelah diberi kabar adanya peristiwa tersebut. “Baru pulang belum lama ini, setelah dikabari,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Ardi Kurniawan mengatakan, rencananya rekonstruksi akan dilakukan di dua lokasi, yaitu di rumah sekaligus bengkel milik tersangka dan hotel.
“Ada dua lokasi, di sini dan di hotel,” kata Kompol Ardi.
Diberitakan sebelumnya, Polresta Banyumas menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bos bengkel, Eddy Yono Subagyo (67) alias Bagyo, pada Kamis (16/07/2026) siang. Jalannya rekonstruksi di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur ini menyedot perhatian ratusan warga yang berkerumun memadati lokasi kejadian.
Dalam reka adegan tersebut, polisi menghadirkan empat orang tersangka. Mereka adalah Ifaryanti alias IF (61) yang merupakan istri korban sekaligus otak kejahatan, serta tiga eksekutor masing-masing berinisial AR (50), JR (43), dan RS (29).
Suasana sempat memanas saat para pelaku keluar dari mobil. Warga yang tersulut emosi langsung bersorak dan meneriaki mereka.
“Pateni bae kuwe (bunuh saja itu, red),” teriak warga yang geram, Kamis (16/7/2026).
Rasa penasaran melanda tetangga korban, salah satunya Yuti. Ia sengaja datang demi melihat langsung wajah Yanti dan mengaku heran mengapa sang istri tega mendalangi pembunuhan suaminya sendiri.
“Kesini karena penasaran kepengin lihat muka Yanti. Jahat temen bisa berbuat kaya gitu. Harapannya ya dihukum yang setimpal biar kapok. Mbunuh orang ya hukumane mati,” terangnya.
Harapan senada diungkapkan oleh Narsiyah, tetangga yang tinggal di sebelah selatan rumah tersangka. Ia berharap Yanti mendapat hukuman seberat-beratnya, bahkan berharap wanita itu tidak kembali lagi ke lingkungan mereka.
“Saya tidak menyangka bisa sampai tega seperti itu. Ya harapannya sih bisa dihukum yang setimpal ya. Saya sebagai tetangganya tidak mau kalau sampai Yanti kembali lagi ke sini,” ungkap Narsiyah.