
SERAYUNEWS – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah rumah warga di Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, roboh pada Jumat (2/1/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam sebelum kejadian.
Rumah yang roboh diketahui milik Imoh Rasimah (72). Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, kerusakan bangunan membuat korban mengalami kerugian material dan harus mengungsi sementara.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menjelaskan robohnya rumah dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang sudah lapuk.
“Penyebabnya hujan deras disertai angin kencang dengan durasi lama. Ditambah konstruksi bangunan yang sudah tua dan lapuk, sehingga tidak mampu menahan beban,” kata Taryo.
Ia menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang terjadi sejak Kamis (1/1/2025) sore hingga malam hari. Kondisi tersebut sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk wilayah Cilacap dan sekitarnya.
Akibat kejadian tersebut, rumah berukuran 5 x 6 meter mengalami kerusakan parah. Atap ambruk, sementara ruang tengah dan dapur roboh, sehingga bangunan dinyatakan tidak layak huni.
“Penghuni rumah sebanyak satu kepala keluarga dengan satu jiwa untuk sementara mengungsi ke rumah saudara,” jelas Taryo.
BPBD Cilacap bersama UPTD PKBD Majenang, Forkopimcam Dayeuhluhur, pemerintah desa, dan PMI telah melakukan peninjauan lokasi untuk pendataan serta penanganan awal. Bantuan berupa terpal juga telah disalurkan untuk mendukung hunian sementara.
Warga setempat bersama aparat melakukan kerja bakti membersihkan material bangunan yang roboh.
Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp 20 juta. BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa logistik permakanan serta bahan bangunan untuk pembangunan kembali rumah korban.
Taryo mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan angin kencang, guna menghindari kejadian yang tidak diharapkan,” pungkasnya.