
BANYUMAS, SERAYUNEWS– Sebanyak 47 anak penyandang disabilitas ganda di Kabupaten Banyumas mendapat perhatian khusus dalam puncak perayaan HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma, Minggu (5/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, TNI menyalurkan bantuan kepada puluhan anak penyandang disabilitas ganda sebagai bentuk kepedulian sekaligus wujud kehadiran TNI di tengah masyarakat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, SH, M.Tr (Han) mengatakan, peringatan HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma mengusung tema “Bersama Rakyat Kita Kuat”.
Menurutnya, tema tersebut memiliki makna luas. Namun, salah satu pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa keberadaan Korem dan TNI tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.
“Pertama kami terimakasih, kepala masyarakat yang sudah sangat membantu Korem. Ke depan Korem dan masyarakat semakin bersinergi, untuk semakin meningkatkan ketahanan wilayah,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga serta memperkuat ketahanan wilayah.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Korem 071/Wijayakusuma memberikan bantuan kepada anak-anak penyandang disabilitas ganda dalam rangkaian peringatan HUT ke-65.
“Ada 47 anak penyandang disabilitas ganda, ini berasal hanya dari wilayah Kabupaten Banyumas,” katanya.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan dalam rangka HUT. Korem 071/Wijayakusuma berencana memberikan santunan secara rutin setiap tiga bulan.
“Pemberian santunan kami disupport oleh PT Reitelindo Bapak Buntoro, Kapolres, dan Dandim, jadi kami bisa lakukan rutin per tiga bulan,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian berkelanjutan bagi anak-anak penyandang disabilitas ganda di Banyumas.
Selain memberikan bantuan kepada anak penyandang disabilitas ganda, Korem 071/Wijayakusuma menggelar berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-65.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi ziarah, pemberian bantuan kepada istri pensiunan Korem, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bazar UMKM, serta jalan sehat yang terbuka bagi masyarakat umum.
Jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Panitia sebelumnya menyiapkan kuota sekitar 3.000 peserta.
“Kita sangat bergembira sebenarnya, karena kita alokasikan 3000 peserta, tapi ternyata yang hadir lebih dari itu. Nah bagaimana baiknya sedang dikoordinasikan,” katanya.
Jumlah peserta jalan sehat yang melebihi perkiraan panitia kemudian memunculkan persoalan. Sejumlah masyarakat mengaku tidak mendapatkan kupon undian untuk mengikuti pengundian hadiah.
Situasi tersebut sempat menimbulkan kegaduhan. Sejumlah warga bahkan naik ke panggung untuk menyampaikan protes dan mengungkapkan kekecewaan kepada panitia.
Akibat kejadian tersebut, acara sempat berhenti sejenak. Setelah situasi terkendali, rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan dengan acara hiburan.