
SERAYUNEWS, PURWOKERTO – Komunitas e-sport Free Fire Banyumas menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako dan bahan makanan senilai Rp2 juta ke Panti Asuhan Harapan Mulia, Sabtu (4/9/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari program “Komunitas Berdampak”, yang digagas untuk mendorong anggota komunitas agar tidak hanya aktif dalam kegiatan e-sport, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat sekitar.
Bantuan senilai Rp2 juta itu berasal dari penyisihan hasil berbagai event yang digelar Komunitas Free Fire Banyumas. Dana tersebut kemudian ditambah dengan donasi sukarela dari para anggota komunitas.
“Kita saluran bantuan ini, merupakan realisasi dari program kami yaitu komunitas berdampak, kali ini kita salurkan ke Panti Asuhan Harapan Mulia,” kata salah satu anggota Komunitas Free Fire Banyumas, Audi Afari Rakhman.
Menurut Audi yang akrab disapa Lord Afrak, komunitas sengaja menyisihkan sebagian hasil kegiatan untuk menjalankan program sosial tersebut.
“Ini dananya dari hasil event yang kita selenggarakan, kemudian kita sisihkan. Ditambah donasi dari para anggota,” ujar laki-laki yang biasa disapa Lord Afrak tersebut.
Penyaluran bantuan ke Panti Asuhan Harapan Mulia menjadi kegiatan sosial pertama yang dilakukan Komunitas Free Fire Banyumas. Para anggota sepakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin.
“Iya, ini memang yang pertama kali. Tapi para anggota sepakat akan dijadikan agenda rutin. Entah tiga bulan sekali atau setahun sekali agar dana yang terkumpul bisa lebih banyak lagi,” kata dia.
Komunitas berharap kegiatan sosial tersebut dapat berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari aktivitas komunitas gamers di Banyumas.
Selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi cara Komunitas Free Fire Banyumas menunjukkan sisi lain dari kehidupan para gamers, khususnya generasi muda.
Lord Afrak mengatakan, komunitas ingin membuktikan bahwa gamers dan Gen Z juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Image di masyarakat kan gamers itu terlalu asik dengan dunianya sendiri, apalagi kaum gen Z yang persepsinya sudah sangat berkurang rasa empatinya, tapi kita ingin menampilkan persepsi itu, bahwa kami juga tetap ada kepedulian terhadap sekitar,” katanya.
Pengurus Panti Asuhan Harapan Mulia, Sigit Setiyoko, menyambut positif kepedulian yang ditunjukkan Komunitas Free Fire Banyumas.
Menurutnya, nilai sebuah bantuan tidak hanya ditentukan dari jumlah atau nominalnya. Kepedulian dan keikhlasan para pemberi bantuan menjadi hal yang lebih penting bagi pihak panti.
“Terima kasih dan apresiasi, karena sudah mau berbagi kebahagiaan,” katanya.
Sigit menjelaskan, Panti Asuhan Harapan Mulia yang berada di Mersi RT 3/RW 3, Banyumas, saat ini menampung 28 anak dengan rentang usia yang beragam.
“Ada 28 anak, mulai dari bayi, anak SD, SMP, sampai SMA. Mayoritas masih berasal dari wilayah Barlingmascakeb saja,” katanya.
Komunitas Free Fire Banyumas dikenal aktif menggelar berbagai kegiatan e-sport, khususnya turnamen Free Fire. Mereka rutin mengadakan turnamen offline hampir setiap bulan dengan peserta mencapai ratusan orang.
Peserta turnamen mayoritas berasal dari wilayah Barlingmascakeb, yang meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen.
Aktivitas tersebut membuat Komunitas Free Fire Banyumas konsisten masuk jajaran 10 besar community area secara nasional.
“Karena keaktifan bikin event, hampir sebulan sekali. Event selalu off line.. Rata-rata peserta Barlingmascakeb,” kata Lord Afrak.
Melalui program Komunitas Berdampak, aktivitas Komunitas Free Fire Banyumas kini tidak hanya menjadi ruang bagi gamers untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.