
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Guna mengikis ketergantungan anak pada gawai (gadget) sekaligus melestarikan budaya, Pengurus Cabang (PC) Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto menggelar Festival Permainan Tradisional 2026 pada Minggu (6/9/2026).
Bertajuk “Melestarikan Budaya, Merajut Kebersamaan”, festival ini menjadi salah satu penanda puncak peringatan Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah sekaligus bagian dari rangkaian Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto Education Expo #3.
Berpusat di Sport Center SMP & SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan mulai dari KB-TK hingga SMA, pendidik, wali murid, hingga masyarakat umum.
Ketua Dewan Syuro PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Ustadz Ir. Syarief Ba’asyir, menegaskan pentingnya penguatan karakter anak di tengah gempuran arus teknologi modern.
“Hari ini ada tantangan besar yaitu kemajuan IT. Anak-anak kecil pun sudah bisa bermain IT, mencari data, hingga bertanya solusi ke IT. Jika tidak diarahkan dengan benar, kita bisa menjadi ‘budak robot’ di masa depan. Kegiatan ini menjadi pengingat agar peradaban yang kita bangun tetap berada dalam naungan akhlakul karimah,” ujar Syarief.
Ia juga menambahkan bahwa Purwokerto merupakan salah satu cabang Al Irsyad paling berkembang sejak berdiri di sana pada 1930, dan kini menjadi rujukan standar nasional bidang pendidikan Al Irsyad se-Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T., yang hadir membuka acara secara resmi mengapresiasi kepekaan Al Irsyad terhadap penguatan karakter dan motorik anak melalui pelestarian budaya.
“Ini hal yang luar biasa. Anak-anak sekarang terbiasa pakai gadget dan kurang bergerak. Al Irsyad membuktikan kepekaannya terhadap akar budaya, mendidik anak tidak hanya pintar, tapi juga mengerti latar belakang budayanya,” puji Widodo.
Widodo berharap kebiasaan bermain permainan tradisional ini tidak hanya berhenti saat festival, tetapi dapat berlanjut menjadi aktivitas rutin siswa saat jam istirahat sekolah.
Pihaknya bahkan berencana menyampaikan konsep ini agar dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Banyumas.
Harapan senada disampaikan oleh Sekretaris Umum PC Al Irsyad Purwokerto sekaligus Ketua PW Al Irsyad Jawa Tengah, Drs. Supardan, M.M.
Menurutnya, menghadirkan permainan dari seluruh pelosok Nusantara merupakan simbol Al Irsyad yang “Meng-Indonesia” dan mendukung pembangunan manusia secara utuh.
Selain Festival Permainan Tradisional, rangkaian peringatan Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah di Purwokerto juga diwarnai dengan penyerahan bantuan bedah rumah, peluncuran program sumur bersama LAZ Al Irsyad, penghargaan siswa berprestasi, serta peluncuran 17 buku karya siswa dan guru.
Berbeda dari penyelenggarakan tahun-tahun sebelumnya, festival tahun ini sengaja mengusung konsep permainan tradisional tanpa alat bantu sama sekali.
Pengunjung diajak mengenal dan mencoba langsung 38 permainan yang mewakili berbagai daerah, seperti Meuen Galah dari Aceh, Margala dari Sumatera Utara, Jamuran dan Dingklik Oglak-aglik dari Jawa Tengah, Gobak Sodor dari Jawa Timur, Meong-meongan dari Bali, hingga permainan gerak dari Papua.
Siswa diajak berkeliling stan interaktif yang dipandu oleh pengurus OSIS SMA IT. Peserta didik diwajibkan menjajal seluruh permainan melalui tantangan “Kartu Misi”.
Siswa yang berhasil mengumpulkan stempel di seluruh stan permainan akan memperoleh reward berupa alat tulis dan makanan ringan.
Ketua Panitia Edu Expo Milad ke-112 Al Irsyad Purwokerto, Imalia Din Indriasih, S.Sos., menjelaskan bahwa konsep non-alat ini dipilih agar anak-anak dapat bermain kapan saja dan di mana saja tanpa kendala prasarana.
“Semangat yang kami usung adalah membuat siswa-siswi maupun keluarga besar Al Irsyad tidak bergantung pada gadget. Ini bisa menjadi alternatif permainan yang menyenangkan buat anak-anak ketika istirahat sekolah,” jelas Imalia.
Sementara itu, Koordinator Festival Permainan Tradisional, Basuki Dwi Sulistyo, S.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam festival ini dibuat menyeluruh dari semua jenjang.
“Setiap siswa wajib mengunjungi stan permainan tradisional. Mereka dibagikan kartu kendali, dan apabila sudah menyelesaikan seluruh tantangan, akan mendapatkan reward makanan ringan dan alat tulis dari panitia,” pungkas Basuki.