
KUANTAN, SERAYUNEWS – Komitmen Universitas Terbuka (UT) Purwokerto dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi kembali memperoleh pengakuan dari dunia akademik internasional. Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., secara resmi menerima undangan sebagai Guest Speaker pada International Seminar on Marine Biodiversity and Coastal Sustainability 2026 yang diselenggarakan oleh International Islamic University Malaysia (IIUM).
Undangan tersebut diberikan oleh Institute of Oceanography and Maritime Studies (INOCEM), Kulliyyah of Science, IIUM, sebagai bentuk apresiasi atas kepakaran Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.Si di bidang biologi, kesehatan lingkungan, dan penyakit zoonosis yang berkaitan dengan sumber daya perikanan. Kehadiran beliau menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian implementasi kerja sama internasional antara IIUM, Universitas Terbuka, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Dalam seminar tersebut, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.Si memaparkan berbagai hasil kajian mengenai pengendalian penyakit Anisakiasis di Indonesia melalui pendekatan One Health. Materi yang disampaikan mendapat perhatian dari peserta seminar karena mengangkat isu yang sangat relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara, khususnya negara-negara yang memiliki potensi perikanan laut yang besar.
Selain menjadi narasumber utama, kehadiran Direktur UT Purwokerto juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian kelautan, biodiversitas, kesehatan lingkungan, serta pengembangan kapasitas akademisi. Sejumlah agenda lanjutan yang dibahas meliputi penyusunan proposal penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan laboratorium kolaboratif.
Direktur UT Purwokerto menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh IIUM merupakan penghargaan bagi seluruh sivitas akademika Universitas Terbuka.
“Undangan ini bukan hanya apresiasi kepada saya secara pribadi, melainkan juga bentuk pengakuan terhadap kualitas akademik Universitas Terbuka. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua institusi maupun masyarakat,” ungkapnya.
Menurut beliau, tantangan global saat ini menuntut perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam menghasilkan penelitian yang berdampak. Oleh karena itu, kerja sama internasional harus dimanfaatkan sebagai media pertukaran ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan percepatan inovasi.
Partisipasi aktif dosen Universitas Terbuka dalam forum akademik internasional juga menjadi bagian dari strategi peningkatan reputasi institusi di tingkat global. Melalui kegiatan ini, UT Purwokerto berharap semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kolaborasi internasional sehingga mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, publikasi bereputasi, serta inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan dunia.
Dengan semakin kuatnya jejaring internasional yang dimiliki, Universitas Terbuka optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global.