
SERAYUNEWS-Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Banjarnegara menghadirkan ulama asal Gaza, Syaikh Yasir Sholah Arafat, kehadiran Syaik hadal Gaza ini untuk memberikan pelatihan metode hafalan Al-Qur’an kepada para kadernya. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Surya Yudha pada Sabtu (28/2/2026).
Ketua IKADI Banjarnegara, Khaerul Mudakir, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi kader dakwah, khususnya dalam penguasaan Al-Qur’an. Menurutnya, kualitas hafalan menjadi salah satu fondasi penting bagi dai dalam membimbing umat.
“IKADI saat ini menjadi salah satu ormas dakwah besar di Indonesia. Kami ingin seluruh kader memiliki bekal Al-Qur’an yang kuat sehingga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keteguhan masyarakat Gaza dalam menjaga tradisi hafalan Al-Qur’an patut menjadi inspirasi. Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan akibat konflik, ratusan anak tetap mampu menghafal Al-Qur’an dengan sanad.
“Kami mendengar ada lebih dari 420 anak di Gaza yang hafal Al-Qur’an meski hidup dalam pengungsian. Semangat seperti inilah yang ingin kami pelajari, terutama metode menghafalnya,” katanya.
Dalam sesi pelatihan, Syaikh Yasir memaparkan sejumlah prinsip dasar metode yang diterapkan anak-anak Gaza. Ia menekankan pentingnya niat yang kuat, doa yang konsisten, serta memilih guru yang kompeten dan terpercaya.
Secara teknis, peserta dianjurkan menggunakan satu mushaf secara konsisten agar memudahkan daya ingat visual. Ia juga menyarankan penggunaan pensil untuk menandai ayat yang masih keliru saat dihafal.
“Jangan sering berganti mushaf. Tetapkan target satu atau dua ayat dalam waktu tertentu dan pahami maknanya sebelum mulai menghafal,” katanya.
Adapun teknik pengulangan menjadi kunci utama dalam metode tersebut. Setiap ayat dibaca berulang antara tiga hingga sepuluh kali. Setelah menambah ayat berikutnya, ayat sebelumnya kembali diulang untuk memperkuat keterkaitan antarbagian.
“Misalnya ayat pertama diulang sepuluh kali. Lalu ayat kedua juga sepuluh kali. Setelah itu, ayat pertama dan kedua dibaca bersama sepuluh kali. Begitu seterusnya hingga satu halaman selesai,” katanya.
Menurutnya, saat berpindah halaman, ayat terakhir pada halaman sebelumnya perlu diulang dan disambungkan dengan ayat pertama pada halaman berikutnya. Cara ini bertujuan menjaga kesinambungan hafalan agar lebih melekat.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kualitas kader dakwah IKADI Banjarnegara, sekaligus memperluas adopsi metode hafalan yang terbukti efektif meski dalam kondisi serba terbatas.