
SERAYUNEWS-Indonesia mampu mengalahkan Arab Saudi dengan skor 4-3 dalam ajang sepak bola mini modifikasi di Sao Paulo, Sabtu (10/1/2026) Subuh. Di waktu normal kedudukan 3-3 dan di adu penalti, dua penendang Indonesia mencetak gol, sementara tak ada penendang Arab Saudi yang mencetak gol.
Indonesia mencetak gol terlebih dahulu di menit 1 melalui Reza Yamani. Di menit 23 Al Aqeeli menyamakan kedudukan. Dari data falshscore, Indonesia membuat dua gol melalui Gurpreet Dhillon di menit 33 dan 33. Artinya tidak sampai satu menit, Dhillon mencetak dua gol.
Tapi, Arab Saudi mampu menyamakan kedudukan melalui dua penalti di menit 35 dan 36. Hasil seri 3-3 di waktu normal membuat pertandingan harus dituntaskan dengan penalti. Indonesia menang di penalti sehingga skornya menjadi 4-3. Sebab, satu kemenangan di penalti bernilai satu gol.
Kemenangan ini membuat Indonesia ada di puncak klasemen sementara grup E dengan lima poin dari dua pertandingan. Di ajang sepak bola mini modifikasi ini, kemenangan normal akan mendapatkan tiga poin. Kemenangan via adu penalti mendapatkan dua poin. Kekalahan normal tak dapat poin, kekalahan via adu penalti mendapatkan satu poin.
Ajang Kongs World Cup Nations ini berlangsung di Brasil. Ada 20 negara yang ikut serta. Mereka terbagi dalam lima grup. Nantinya juara grup akan ke perempatfinal. Kemudian runner up dan satu peringkat tiga terbaik akan ke playoff berebut tiket sisa di perempatfinal.
Ajang sepak bola modifikasi ini adalah ajang yang diperkenalkan oleh mantan bek Barcelona Gerard Pique. Memang ini adalah ajang yang berbeda dengan sepak bola konvensional. Lapangan ajang ini lebih kecil, tidak ada offside, pemain 7 lawan 7. Namun, ada kalanya juga dengan sebuah ketentuan, dalam permainan tinggal 2 lawan 2. Lama pertandingan 2×20 menit.
Ajang sepak bola modifikasi ini juga berbeda dengan futsal. Tentu dalam teknis perinciannya. Salah satunya, jumlah pemainnya pun berbeda. Sepak bola modifikasi buatan Pique ini juga memiliki sistem adu penalti yang berbeda.
Adu penalti di ajang ini adalah pemain membawa bola dan mencoba memasukkan ke gawang lawan, berbeda dengan sepak bola konvensional yang pemain langsung menendang bola ketika adu penalti. Adu penalti ajang ini mirip dengan MLS (Liga Sepak Bola Amerika Serikat) di awal-awa musim di tahun 90-an.