
SERAYUNEWS-Indonesia tersingkir di ajang sepak bola mini modifikasi Kings World Cup Nations 2026 yang berlangsung di Brasil. Indonesia tersingkir setelah dibantai Meksiko 14-2 dan hanya ada di posisi tiga klasemen akhir grup E, Minggu (11/1/2026).
Kekalahan itu membuat Indonesia hanya menang dua kali dan kalah sekali. Sebenarnya Indonesia memiliki hasil yang sama dengan Meksiko dan Arab Saudi. Namun salah satu kemenangan Indonesia didapatkan melalui adu penalti sehingga poin yang didapatkan tak maksimal.
Berada di posisi tiga klasemen akhir, Indonesia sebenarnya masih bisa lolos ke babak gugur jika menjadi posisi tiga terbaik. Tapi sayangnya Indonesia kalah dengan Argentina dalam hal capaian posisi tiga terbaik.
Maka usai sudah perjalanan Indonesia di ajang sepak bola mini modifikasi ini. Diketahui, ajang ini diikuti 20 tim yang terbagi dalam lima grup. Juara grup lolos ke perempatfinal. Sementara Runner up dan satu tim posisi tiga terbaik akan playoff untuk bisa ke perempatfinal.
Tim yang lolos ke perempatfinal adalah Chile, Jerman, Spanyol, Italia, Meksiko. Sementara, tim yang playoff menuju perempatfinal adalah Arab Saudi, Belanda, Argentina, Prancis, Amerika Serikat, Brasil.
Diketahui, ajang sepak bola modifikasi ini adalah ajang yang diperkenalkan oleh mantan bek Barcelona Gerard Pique. Memang ini adalah ajang yang berbeda dengan sepak bola konvensional. Lapangan ajang ini lebih kecil, tidak ada offside, pemain 7 lawan 7. Namun, ada kalanya juga dengan sebuah ketentuan, dalam permainan tinggal 2 lawan 2. Lama pertandingan 2×20 menit.
Ajang sepak bola modifikasi ini juga berbeda dengan futsal. Tentu dalam teknis perinciannya. Salah satunya, jumlah pemainnya pun berbeda. Sepak bola modifikasi buatan Pique ini juga memiliki sistem adu penalti yang berbeda.
Adu penalti di ajang ini adalah pemain membawa bola dan mencoba memasukkan ke gawang lawan, berbeda dengan sepak bola konvensional yang pemain langsung menendang bola ketika adu penalti. Adu penalti ajang ini mirip dengan MLS (Liga Sepak Bola Amerika Serikat) di awal-awal musim di tahun 90-an.