
SERAYUNEWS – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, melakukan kunjungan ke Banjarnegara selama dua hari, 24–25 Maret 2026.
Dalam agenda tersebut, ia mengunjungi sejumlah sekolah dan Sekolah Sepak Bola (SSB), sekaligus berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Askab PSSI, KONI, serta para pelatih sepak bola usia dini.
Indra Sjafri menjelaskan, kunjungannya bertujuan melihat langsung sistem pembinaan sepak bola usia dini di daerah, sekaligus merancang program pengembangan yang lebih terarah.
Ia meyakini daerah seperti Banjarnegara memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta sepak bola nasional.
“Kami yakin di Banjarnegara ini masih banyak talenta muda sepak bola, sehingga kami melakukan diskusi tentang program bersama Pemkab, Askab PSSI, KONI, dan pelatih SSB, termasuk bagaimana membangun sepak bola yang baik,” katanya.
Indra menilai potensi tersebut bukan tanpa bukti. Banjarnegara telah melahirkan pemain yang memperkuat tim nasional, seperti Syahrian Abimanyu dan Ilham Rio Fahmi.
Menurutnya, latar belakang desa bukan penghalang untuk berprestasi di level nasional maupun internasional.
Ia juga mencontohkan keberhasilan generasi Evan Dimas bersama Timnas U-19 yang meraih prestasi di ajang Piala AFF U-19 2013.
“Saya juga berasal dari desa, sehingga saya tahu persis bagaimana bakat alam dari desa yang banyak di negeri ini. Jadi jangan minder, harus berani berjuang dan tentunya harus ada pelatih yang kompeten,” ujarnya.
Ketua Askab PSSI Banjarnegara, I Putu Dody, menyebut ada lima poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, terutama terkait penguatan pembinaan usia dini.
“Kita akan bahas program ini, khususnya dalam mencetak pelatih berlisensi dan memenuhi standar. Pelatih ini sangat penting agar metode latihan tepat sasaran, sebab sistem dan pola latihan anak usia dini berbeda dengan senior,” katanya.
Sebagai langkah awal, Askab PSSI akan menggelar coaching clinic bagi pelatih SSB, dilanjutkan dengan pelatihan khusus sepak bola usia dini.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai pembinaan sejak usia dini menjadi peluang besar untuk mencetak atlet berprestasi.
“Seperti kata Coach Indra Sjafri, Banjarnegara ini punya potensi besar dalam sepak bola, ini sudah terbukti dengan masuknya dua putra asli Banjarnegara yang ikut memperkuat timnas garuda,” katanya.
Ke depan, program pembinaan akan mencakup sistem kompetisi usia dini, pengembangan sentra latihan di tiap kecamatan, hingga peningkatan kualitas sarana dan prasarana.
Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem sepak bola yang kuat dari level desa hingga nasional.