
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Indra Sjafri, kembali mengunjungi Banjarnegara untuk membahas pengembangan sepak bola usia dini.
Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa desa-desa di Indonesia menyimpan banyak talenta yang berpotensi menjadi pemain Timnas Indonesia jika dibina melalui sistem yang tepat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola akar rumput bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara agar lahir lebih banyak pemain berkualitas dari daerah.
Saat bertemu Bupati Banjarnegara di rumah dinas, Jumat (10/7/2026), Indra Sjafri menekankan pentingnya membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan sejak usia dini.
Menurut mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas itu, banyak pemain berbakat di desa yang belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem pencarian bakat nasional.
“Potensi pemain hebat banyak lahir dari desa. Yang dibutuhkan sekarang adalah sistem pembinaan yang mampu menemukan, membina, dan memberikan ruang kompetisi bagi mereka secara berkelanjutan,” ujar Indra Sjafri.
Indra menjelaskan pembinaan pemain muda tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan sistem yang terstruktur mulai dari kelompok umur, kompetisi yang rutin dan berjenjang, hingga kurikulum latihan yang jelas.
Ia juga menilai kompetisi usia dini yang digelar secara konsisten menjadi sarana penting untuk mengukur perkembangan pemain sekaligus membentuk mental bertanding sejak dini.
Selain kompetisi, penerapan kurikulum latihan yang seragam juga dinilai menjadi kunci agar proses pembinaan menghasilkan pemain berkualitas, bukan sekadar mengejar kemenangan di level usia muda.
Indra Sjafri menilai Banjarnegara memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu daerah penghasil pesepak bola berbakat di Indonesia.
Daerah ini telah melahirkan sejumlah pemain nasional, di antaranya Syahrian Abimanyu dan Ilham Rio Fahmi, yang kini dikenal sebagai bagian dari generasi sepak bola Indonesia.
Potensi tersebut terus berlanjut. Belum lama ini, tiga pemain usia dini asal Banjarnegara mendapat kesempatan bergabung dengan Tim Pelajar Garuda untuk mengikuti Bangkok Youth Cup di Thailand.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemain muda dari daerah mampu bersaing di level internasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
Indra berharap kunjungannya dapat semakin memperkuat semangat pembinaan sepak bola usia dini di Banjarnegara.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada pelatih, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi sepak bola, sekolah sepak bola (SSB), orang tua, hingga penyelenggara kompetisi.
Dengan ekosistem pembinaan yang tertata sejak usia dini, Banjarnegara dinilai memiliki peluang besar melahirkan lebih banyak pemain berkualitas yang mampu mengikuti jejak para pendahulunya sekaligus memperkuat masa depan sepak bola Indonesia.