Jumat, 2 Desember 2022

Industri Pariwisata di Purbalingga, Diharapkan Jadi Solusi Kurangi Pengangguran

Kepala Dinporapar Purbalingga Ir Prayitno. (Foto Amin Wahyudi)

Dua tahun pandemi, memberikan dampak meningkatnya pengangguran di Kabupaten Purbalingga. Data tahun 2019 angka pengangguran berada di angka 4,73 persen, naik menjadi 6,05 persen tahun ini. Industri pariwisata dengan beragam bentuk usaha termasuk jasa, harapannya bisa mengurangi angka pengangguran yang ada.


Purbalingga, serayunews.com

Kenaikan tidak hanya terjadi pada angka pengangguran, angka kemiskinan di tahun 2019 tercatat 15,03 persen dan tahun 2022 ini menjadi 16,24 persen.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Prayitno mengatakan, di Purbalingga tercatat ada 542 usaha jasa pariwisata

Data tersebut, berdasar catatan dari OSS (online single submission) atau sistem perizinan berusaha berbasis elektronik.

“Data tersebut, hingga tanggal 31 Agustus 2022,” katanya.

Dari data itu, KBLI atau klasifikasi baku lapangan usaha indonesia atau kode 56033 berupa rumah minuman atau cafe ada sekitar 50. Munculnya usaha-usaha baru di Kabupaten Purbalingga termasuk di antaranya cafe yang berada di destinasi wisata, harapannya bisa mendongkrak kunjungan wisata di Kabupaten Purbalingga.

“Kami optimistis, perkembangan wisata Purbalingga akan semakin bertumbuh seiring dengan melandainya pandemi Covid-19. Serta, munculnya investasi baru di bidang usaha jasa pariwisata dan juga support kunjungan dari daya tarik wisata di desa wisata serang,” katanya.

Data kunjungan wisata di Kabupaten Purbalingga, data sementara hingga Juni 2022, sebanyak 1.334.233 orang.

“Itu menempatkan Kabupaten Purbalingga, berada di posisi ke-6 di Jawa Tengah,” ujarnya.

Mulai bangkitnya dunia pariwisata, menurutnya juga akan mendongkrak perekonomian di Kabupaten Purbalingga. Sehingga, hasilnya bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Berita Terpopuler

Berita Terkini