
SERAYUNEWS – Minat siswa terhadap program vokasi jenjang diploma, khususnya D3 dan D4, terus menunjukkan peningkatan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Hal ini terlihat dari tingginya jumlah pendaftar pada sejumlah program studi vokasi yang bahkan masuk dalam kategori jurusan paling ketat tahun ini.
Berdasarkan data SNBP 2026, jumlah total pendaftar mencapai 806.242 siswa dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, daya tampung untuk perguruan tinggi negeri (PTN) akademik tercatat sebanyak 162.116 kursi, sementara sisanya dialokasikan untuk program vokasi.
Secara keseluruhan, sebanyak 178.981 peserta berhasil lolos seleksi ke berbagai PTN, baik akademik maupun vokasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi kini semakin diminati oleh calon mahasiswa. Selain menawarkan pembelajaran yang lebih praktis, lulusan D3 dan D4 memiliki kesiapan kerja yang lebih tinggi.
Tingginya minat terhadap program vokasi tercermin dari rasio keketatan di sejumlah jurusan unggulan.
Salah satu jurusan dengan tingkat persaingan tertinggi adalah Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Program studi ini mencatat 599 pendaftar dengan hanya 94 kursi yang tersedia.
Di posisi berikutnya, jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Jakarta juga menjadi salah satu yang paling banyak peminat. Sebanyak 527 pendaftar memilih program ini, tapi hanya menerima 18 mahasiswa.
Masih di kampus yang sama, program studi Administrasi Bisnis Terapan juga menjadi favorit dengan 492 pendaftar dan daya tampung 18 mahasiswa. Sementara itu, program serupa di Politeknik Negeri Batam mencatat 480 pendaftar dengan 30 kursi tersedia.
Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Negeri Bandung juga menunjukkan tingkat keketatan yang tinggi. Ada 474 pendaftar dan hanya 25 yang diterima. Di kampus yang sama, program Teknik Elektronika dan Administrasi Bisnis juga masuk dalam daftar jurusan vokasi paling kompetitif.
Selain itu, jurusan Akuntansi Keuangan di Politeknik Negeri Jakarta menjadi salah satu yang paling selektif. Terdapat 380 pendaftar dan hanya 12 kursi.
Program Logistik Perdagangan Internasional di Politeknik Negeri Batam juga mencatat angka yang tinggi, yakni 375 pendaftar dengan daya tampung 30 mahasiswa.
Di sisi lain, jurusan Perkeretaapian di Politeknik Negeri Madiun turut menjadi incaran calon mahasiswa dengan 321 pendaftar dan 36 kursi tersedia. Program ini menjadi salah satu contoh jurusan vokasi yang memiliki prospek kerja spesifik dan menjanjikan.
Meningkatnya minat terhadap program D3 dan D4 tidak terlepas dari kebutuhan dunia kerja yang semakin mengutamakan keterampilan praktis.
Program vokasi menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke industri. Jadi, banyak perusahaan yang lebih tertarik merekrut lulusan dari jalur ini.
Selain itu, kurikulum yang berorientasi pada praktik serta adanya kerja sama dengan industri menjadi nilai tambah bagi pendidikan vokasi. Hal ini membuat lulusan memiliki pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dari sisi waktu pelaksanaan, SNBP 2026 menjadi salah satu jalur seleksi awal yang memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk masuk perguruan tinggi tanpa melalui ujian tertulis.
Oleh karena itu, tingginya minat terhadap program vokasi juga menunjukkan perubahan pola pikir siswa dalam memilih jalur pendidikan yang lebih aplikatif.
Secara keseluruhan, tren peningkatan peminat jurusan D3 dan D4 dalam SNBP 2026 mencerminkan pergeseran preferensi pendidikan di kalangan generasi muda.
Dengan persaingan yang semakin ketat, calon mahasiswa harus lebih selektif dalam memilih program studi yang sesuai dengan minat dan prospek karier di masa depan.***