
SERAYUNEWS — Menjelang masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto mengambil langkah tegas dengan menutup enam perlintasan sebidang liar di wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Cilacap.
Penutupan yang dilakukan selama periode 19 Mei hingga 9 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar kecelakaan di perlintasan sebidang dipicu oleh kelalaian dan pelanggaran pengguna jalan terhadap aturan keselamatan.
“Perlintasan liar yang ditutup berada di wilayah Kabupaten Tegal sebanyak lima titik dan Kabupaten Cilacap sebanyak satu titik,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut As’ad, penutupan dilakukan oleh tim teknis KAI dengan memastikan akses tersebut tidak dapat digunakan kembali. Masyarakat diminta beralih menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas pengamanan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sepanjang tahun 2026, tercatat lima kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 5 Purwokerto. Dari kejadian tersebut, tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan serta menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan andal,” katanya.
Selain menutup perlintasan liar, KAI Daop 5 Purwokerto juga terus mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Pengguna jalan diwajibkan berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas, baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga.
As’ad menegaskan, berbagai upaya preventif mulai dari penutupan perlintasan liar, sosialisasi keselamatan hingga pengawasan di lapangan akan terus dilakukan guna memastikan operasional kereta api selama libur sekolah berjalan aman dan lancar.
“Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan saat melintasi jalur kereta api,” ujarnya.