Minggu, 28 November 2021

Ini Keunggulan KRI Bima Suci yang Bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap

KRI Bima Suci 945. (Ulul)

KRI Bima Suci 945 dinilai bakal melegenda dan menjadi penerus KRI Dewaruci yang sudah beroperasi sejak tahun 1953. KRI Bima Suci yang dioperasikan tahun 2016 ini, mendukung pelatihan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). Kapal ini juga sudah dilengkapi teknologi tinggi dengan tujuan berlayar ke berbagai negara di dunia.


Cilacap, serayunews.com

Komandan KRI Bima Suci 945 Letkol Laut (P) Waluyo mengatakan, bahwa diantara keunggulan dari KRI Bima Suci yakni, memiliki anjungan latih yang tidak dimiliki oleh KRI Dewaruci, serta terdapat alat pengolah sampah.

“Keunggulan KRI Bima Suci yang pasti sudah berteknologi tinggi, mempunyai anjungan latih dan mempunyai alat pembakar sampah baik kertas maupun minyak, sehingga ketika berlayar di laut tidak membuang limbah, semua terurai menjadi air dan sehingga aman dibuang ke laut,” ujar Waluyo sekaligus sebagai Komandan Satgas Kartika Jala Krida tahun 2021, Kamis (21/10).

KRI Bima Suci 945 memiliki panjang 111,2 meter, lebar 13,6 meter, dilengkapi dengan 3 tiang untuk bentangkan layar meliputi tiang trengginas, tanggon dan tanggap. Sedangkan ketinggian kapal sekitar 52 meter. Dengan awak kapal berjumlah sekitar 197 personel, teridir dari ABK, Perwira, Bintara,Tamtama, Satlat AAL dan Taruna/i.

Menurut Waluyo, KRI Bima Suci diyakini akan menjadi penerus KRI Dewaruci dan akan melegenda, sebab tujuan dari KRI Bima Suci adalah berlayar ke luar negeri. Namun karena Covid, sehingga pelayaran dilakukan di Indonesia.

KRI Bimas Suci membawa misi mendukung latihan dan praktek (Lattek) Taruna Akdemi Angkatan Laut (AAL) ke 68, untuk menerapkan atau materi yang diterima ketika masih belajar di AAL.

“Lattek untuk menggunakan benda-benda angkasa seperti bintang, bulan dan matahari. Sebagai prinsip dasar ketika melaut harus mampu memahami benda angkasa sebagai wahana untuk sampai kepada tujuan yang dituju ketika peralatan elektronik rusak,” katanya.

Saat ini, KRI Bima Suci sedang lakukan pelayaran yang dimulai sejak tanggal 26 juli, dan akan kembali ke Surabaya pada 2 November mendatang atau setara dengan waktu 99 hari dan melewati 13 Pelabuhan. Sedangkan di Cilacap adalah pelabuhan ke 11.

“Mulai dari Surabaya, Pelabuhan Bajo, Papua Nugini, Jayapura, Raja Ampat, Morotai, Sebatik, Tarakan, Natuna, Sabang, Nias dan Cilacap, akan melanjutkan ke Bali dan Surabaya,” ujarnya.

Menurut Waluyo, selama perjalanan berlayar kiling Indonesia sempat mengalami cuaca buruk dengan ombak yang besar. Sehingga membuat pelengkapan rusak, namun pihaknya sudah memperbaiki dan tidak menggangu pelayaran.

KRI Bima Suci bersandar di Cilacap selama 4 hari, dari tanggal 21 Oktober dan kembali berlayar lada 25 Oktober 2021. Pihak KRI Bima Sakti juga memperbolehkan masyarakat untuk berkunjung ke kapal dengan syarat menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Setiap KRI Bima Suci Bersandar atau akan keluar dari pelabuhan, seluruh taruna akan melakukan peran paradrol dengan menaiki tiang layar hingga puncak sehingga harus punya keberanian,” ujarnya.

Letkol Laut (P) Waluyo putra dari Sawiyem (79), berasal dari Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, Ia mengatakan bangga bisa menjadi bagian dari KRI Bima Suci, apalagi menjabat sebagai Komandan KRI Bima Suci 945 tersebut, dan telah mengarungi Samudera di berbagai penjuru dunia.

“Ini suatu kehormatan dan kebahagiaan dan kebanggaan buat saya, Putra Daerah dari Kebumen bisa membawa KRI Bima Suci yang menjadi penerusnya KRI Dewaruci,” katanya.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini