
SERAYUNEWS- Industri penerbangan Indonesia kembali dilirik pemain baru dari Timur Tengah.
Mukhtara Air, maskapai penerbangan berbasis Madinah, Arab Saudi, mulai mencuri perhatian publik setelah memastikan kesiapan masuk ke pasar Indonesia.
Maskapai ini membawa misi besar: memperkuat layanan penerbangan umrah dan membuka peluang untuk penerbangan haji di masa depan.
Nama Mukhtara Air mencuat seiring tingginya kebutuhan transportasi udara jamaah Indonesia menuju Tanah Suci.
Tak heran jika publik ramai mempertanyakan Mukhtara Air milik siapa, kapan Mukhtara Air mulai beroperasi, hingga rute penerbangan Mukhtara Air yang akan dibuka.
Mukhtara Air merupakan maskapai penerbangan full service asal Arab Saudi yang dirancang sejak awal untuk mendukung mobilitas jamaah umrah dan haji.
Berbasis operasional di Madinah, maskapai ini menempatkan layanan religi sebagai inti bisnisnya, tanpa mengesampingkan penerbangan komersial reguler.
Mengacu pada keterangan resmi perusahaan, Mukhtara Air tidak hanya akan melayani penerbangan ibadah, tetapi juga rute domestik dan internasional, termasuk layanan charter khusus jamaah.
Konsep ini dinilai selaras dengan kebutuhan Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jamaah umrah dan haji terbesar di dunia.
Mukhtara Air berada di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Company Holding, sebuah grup perusahaan investasi asal Arab Saudi yang berbasis di Madinah. Grup ini dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor:
⦁ Perhotelan jamaah internasional
⦁ Penyelenggaraan layanan haji dan umrah
⦁ Hospitality dan layanan pendukung ibadah
Latar belakang bisnis tersebut menjadi fondasi utama pengembangan Mukhtara Air sebagai maskapai yang diarahkan khusus untuk melayani perjalanan ibadah dengan standar internasional.
Masuknya Mukhtara Air ke Indonesia bukan tanpa alasan. Tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap ibadah umrah sepanjang tahun, serta antrean panjang haji reguler, membuat pasar ini sangat potensial.
Dengan pendekatan layanan penuh (full service), Mukhtara Air berambisi menghadirkan pengalaman penerbangan yang nyaman bagi jamaah, mulai dari proses keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci.
Keseriusan Mukhtara Air terlihat dari kedatangan pesawat Airbus A320 pertamanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada November 2025. Pesawat tersebut didatangkan langsung dari Arab Saudi dan menjadi armada awal operasional di Indonesia.
Mukhtara Air menargetkan mulai mengudara pada Januari 2026, seiring rampungnya seluruh proses perizinan dan kesiapan operasional.
Operating Director Mukhtara Air, Andik Setiawan, mengungkapkan bahwa maskapai saat ini masih dalam tahap pengajuan Air Operator Certificate (AOC), sertifikasi wajib untuk menjalankan penerbangan komersial di Indonesia.
Tanpa AOC, maskapai belum dapat membuka rute maupun melayani penumpang secara reguler.
Dalam rencana awal, rute Mukhtara Air akan berfokus pada jalur-jalur strategis yang mendukung pergerakan jamaah. Madinah ditetapkan sebagai pusat penerbangan utama, mengingat kota tersebut menjadi gerbang utama ibadah umrah dan haji.
Selain itu, Mukhtara Air juga membidik rute internasional dari negara-negara dengan jumlah jamaah besar, termasuk:
⦁ Indonesia
⦁ Negara Asia Tenggara
⦁ Asia Selatan
⦁ Afrika
Untuk mendukung konektivitas, Mukhtara Air akan membuka rute domestik Indonesia sebagai penerbangan pengumpan (feeder) menuju rute internasional.
Managing Director Mukhtara Air, Winarso, menegaskan bahwa rute domestik akan menjadi tulang punggung jaringan penerbangan maskapai.
“Rute domestik Mukhtara Air akan sangat banyak untuk memperkuat konektivitas ke bandara-bandara pengumpan menuju penerbangan internasional kami,” ujar Winarso.
Mukhtara Air menyiapkan dua jenis pesawat untuk menunjang operasional:
⦁ Airbus A320 untuk rute domestik dan regional
⦁ Airbus A330 untuk rute internasional jarak menengah hingga jauh
Pesawat Airbus A320 pertama Mukhtara Air memiliki konfigurasi 152 kursi, terdiri dari:
⦁ 8 kursi kelas bisnis
⦁ 144 kursi kelas ekonomi
Maskapai ini mengusung konsep full service airline, sehingga seluruh penumpang mendapatkan layanan standar internasional.
Mukhtara Air menetapkan kantor pusat Indonesia di kawasan City Business Center (CBC) sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Selain itu, maskapai juga membuka kantor perwakilan di:
⦁ Medan
⦁ Surabaya
⦁ Bali
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat jaringan operasional sekaligus mendekatkan layanan kepada calon jamaah di berbagai daerah.
Chairman Mukhtara Air, Sami Al Harbi, menegaskan bahwa ekspansi ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen investasi jangka panjang grup di sektor penerbangan.
Meski berfokus pada layanan religi, Mukhtara Air belum ditunjuk sebagai maskapai penyelenggara penerbangan haji 2026. Pemerintah Indonesia sejauh ini baru menunjuk Garuda Indonesia dan Saudi Airlines (Saudia).
Mukhtara Air saat ini masih memprioritaskan layanan umrah, sembari membuka peluang untuk terlibat dalam penerbangan haji di tahun-tahun mendatang.
Kehadiran Mukhtara Air dipandang sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor Timur Tengah terhadap pasar penerbangan Indonesia. Dengan kombinasi pengalaman bisnis haji-umrah, armada modern, dan konsep full service, Mukhtara Air berpotensi menjadi alternatif baru bagi jamaah Indonesia.
Jika seluruh proses perizinan berjalan lancar, Mukhtara Air diproyeksikan mulai mengisi ceruk pasar penerbangan religi yang selama ini didominasi maskapai lama.
⦁ Pemilik: Manazil Al Mukhtara Company Holding (Arab Saudi)
⦁ Fokus: Penerbangan umrah, haji, dan rute domestik Indonesia
⦁ Basis Operasi: Madinah, Arab Saudi
⦁ Kantor Pusat Indonesia: Sekitar Bandara Soekarno-Hatta
⦁ Armada: Airbus A320 & Airbus A330
⦁ Target Operasi: Januari 2026