Sabtu, 13 Agustus 2022

Jadi Pembina, Ini Support Wabup Sadewo untuk Persatuan Merpati Tinggi Indonesia

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri lomba merpati tinggi di Lapak Nirwana, Cilongok. ( Foto : Dok pribadi)

Lomba merpati tinggi, saat ini sudah menjadi perlombaan berkelas dari berbagai kalangan. Dari kalangan para pekerja serabutan, hingga bos-bos pemilik perusahaan besar. Hobi ini sudah merakyat, terlebih dengan keaktifan Persatuan Merpati Tinggi Indonesia (PMTI) Banyumas dengan Wakil Bupati, Sadewo Tri Lastiono duduk sebagai pembinanya.


Purwokerto, Serayunews.com

Ketua Lapak Nirwana, Arif Harijanto mengatakan, hampir setiap bulan selalu ada pelombaan di lokasi lapak yang berbeda-beda. Peserta lomba juga beragam dan dari berbagai penjuru daerah, tidak hanya dari Banyumas saja.

Baca juga  Setelah Dua Tahun, Pelaku Penipuan Jual Beli Alat MRI Rp 7 Miliar Akhirnya Dipenjarakan di Purwokerto

“Kalau di Lapak Nirwana, Kecamatan Cilongok ini minimal dua-tiga bulan sekali selalu ada lomba. Dalam tiap perlombaan, kita mendapatkan support dari Pak Wabup Sadewo selaku Pembina PMTI Banyumas,” katanya, Minggu (24/7/2022).

Dukungan Wabup Sadewo beragam, mulai dari komitmen untuk membantu mempermudah perizinan acara, kaus seragam hingga datang ke lokasi menghadiri langsung perlombaan.

Seperti dalam salah satu perlombaan merpati tinggi yang memperebutkan piala wakil bupati Banyumas serta total hadiah Rp 150 juta, Sadewo menyempatkan diri hadir dan menyapa langsung para peserta. Wabup Sadewo juga sempat ikut bermain dengan burung merpati.

Baca juga  Nahas! Warga Kedungjati Purbalingga Ini, Terluka Parah Jadi Korban Tabrak Lari

Kepada para peserta lomba Sadewo berpesan untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas. Wabup  juga berharap perlombaan merpati tinggi rutin dilakukan, karena cukup berdampak pada roda perekonomian setempat. Dalam setiap event  perlombaan, selalu menjadi pusat keramaian baru dan banyak para pedagang yang meraup untung. Mulai dari pedagang makanan, minuman hingga souvenir dan berbagai macam perlengkapan untuk memelihara burung.

“Dalam satu kali moment perlombaan, masyarakat sekitar banyak yang mendapatkan penghasilan, mulai dari pedagang, tukang parkir hingga yang bekerja pada acara. Ada juga yang bertugas menerbangkan burung merpati. Jadi perlombaan ini juga membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga desa setempat,” tuturnya.

Baca juga  Hujan Deras Semalaman di Banyumas, Sebabkan Banjir dan Longsor di 5 Kecamatan, Berikut Rinciannya
Harga Mahal

Sementara itu, Arif yang juga sebagai ketua panitia lomba merpati tinggi mengatakan, dalam perlombaan yang memperebutkan piala wabup Banyumas kemarin, diikuti oleh 1.250 peserta. Perlombaan berlangsung selama dua hari. Pemenang lomba adalah yang burung merpatinya paling cepat dan tepat mendarat pada bantalan atau kolong yang sudah disiapkan.

“Untuk juaranya kita ambil juara 1 sampai 3, namun ada juga hadiah untuk peserta 20 besar terbaik. Biasanya burung merpati yang sudah banyak memenangkan lomba, harganya akan menjadi mahal. Dalam sejarah pernah harga merpati sampai dengan Rp2 miliar,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini