
SERAYUNEWS – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur dipastikan kembali menghadirkan festival lampion yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan masyarakat.
Ribuan lampion akan diterbangkan pada Minggu, 31 Mei 2026, bersamaan dengan puncak peringatan Waisak Nasional yang dipusatkan di kawasan candi Buddha terbesar di dunia tersebut.
Festival lampion setiap perayaan Waisak selalu berhasil menarik perhatian umat Buddha, wisatawan domestik, hingga turis mancanegara.
Suasana malam dengan ribuan cahaya lampion yang menghiasi langit Borobudur dinilai menghadirkan pengalaman spiritual sekaligus visual yang memukau.
Selain menjadi bagian dari prosesi keagamaan, acara ini juga kerap dimanfaatkan pengunjung untuk mengabadikan momen melalui foto dan video.
Tidak heran jika antusiasme masyarakat terhadap festival lampion terus meningkat setiap tahunnya.
Panitia pun telah merilis jadwal lengkap rangkaian kegiatan Waisak Nasional 2026 beserta aturan yang wajib dipatuhi pengunjung selama berada di kawasan Borobudur.
Seluruh ketentuan tersebut diterapkan demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan kekhusyukan jalannya ibadah.
Waisak Nasional Indonesia tahun 2026 mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan: Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”.
Puncak perayaan Tri Suci Waisak dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 pukul 15.44.44 WIB di kawasan Borobudur.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei 2026 dan berlangsung hingga akhir bulan.
Berbagai agenda keagamaan, sosial, hingga prosesi sakral menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.
Kegiatan pembuka berupa bakti sosial dan penghormatan di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghargaan kepada jasa para pahlawan.
Panitia menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dalam semangat Waisak.
Prosesi pengambilan air suci menjadi salah satu ritual penting menjelang puncak Waisak.
Kegiatan meliputi pengambilan api suci Waisak serta tradisi pindapata atau pemberian dana makanan kepada para Bhikkhu.
Peringatan utama Waisak digelar di kawasan Borobudur dan dilanjutkan dengan pelepasan ribuan lampion pada malam hari.
Rangkaian acara tersebut dipusatkan di kawasan Candi Borobudur dan sejumlah area pendukung di sekitarnya.
Pemerintah daerah bersama panitia berharap seluruh kegiatan dapat berjalan aman dan lancar karena diperkirakan akan dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Untuk menjaga ketertiban acara, panitia menerapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi seluruh pengunjung selama mengikuti perayaan Waisak dan festival lampion di Borobudur.
Panitia juga menegaskan bahwa pemeriksaan tas dan barang bawaan dapat dilakukan sebelum pengunjung memasuki area acara. Barang yang dianggap melanggar aturan berpotensi disita demi menjaga keamanan bersama.
Masyarakat yang ingin mengikuti festival lampion Waisak 2026 dapat melakukan pemesanan tiket secara daring melalui laman resmi Festival Lampion Borobudur 2026.
Festival lampion Waisak di Borobudur selama ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata spiritual terbesar di Indonesia.
Keindahan langit malam yang dipenuhi ribuan lampion menjadikan acara ini selalu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Selain menghadirkan pengalaman spiritual, kegiatan tersebut juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.
Tingkat kunjungan wisatawan biasanya ikut mendorong peningkatan okupansi hotel, transportasi, hingga penjualan pelaku usaha kecil di kawasan Magelang dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan lebih awal mengingat tingginya antusiasme pengunjung terhadap acara tahunan tersebut.
Dengan kembali digelarnya festival lampion pada 31 Mei 2026, Borobudur dipastikan kembali menjadi pusat perhatian dunia melalui momen ribuan lampion yang terbang di langit malam sebagai simbol perdamaian dan harapan.