
SERAYUNEWS – Setelah perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam akan memasuki periode yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.
Dalam kalender Islam, Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari berturut-turut setelah tanggal 10 Zulhijah atau setelah Idul Adha dilaksanakan.
Momen ini memiliki makna penting, baik bagi umat Islam yang menjalankan ibadah kurban maupun bagi jemaah haji yang sedang menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Karena itu, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai jadwal Hari Tasyrik 2026 sekaligus amalan yang dianjurkan selama periode tersebut.
Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, Hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari untuk memperbanyak dzikir, makan, dan minum sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Pada hari-hari tersebut, umat Islam bahkan dilarang menjalankan puasa.
Bagi jemaah haji, Hari Tasyrik menjadi bagian dari prosesi ibadah di Mina, khususnya pelaksanaan lontar jumrah setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Hari Tasyrik adalah tiga hari yang berlangsung setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah.
Pada masa tersebut, umat Islam masih diperbolehkan melaksanakan penyembelihan hewan kurban apabila belum sempat dilakukan pada hari pertama Idul Adha.
Istilah “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab “syarraqa” yang berkaitan dengan aktivitas menjemur daging di bawah sinar matahari. Pada zaman dahulu, masyarakat Arab biasa mengawetkan daging kurban dengan cara dijemur agar tahan lebih lama.
Karena itu, Hari Tasyrik memiliki hubungan erat dengan tradisi kurban dan pengelolaan daging hewan sembelihan. Hingga kini, momen tersebut masih identik dengan aktivitas pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Hari Tasyrik merupakan hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, umat Islam diharamkan menjalankan puasa pada hari-hari tersebut.
Selain memperbanyak dzikir, umat Islam juga dianjurkan menjaga silaturahmi, berbagi makanan, dan memperkuat rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Berdasarkan penetapan kalender Hijriah 1447 H dan hasil sidang isbat pemerintah, Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Setelah Idul Adha, umat Islam akan memasuki tiga Hari Tasyrik yang berlangsung mulai 28 hingga 30 Mei 2026. Berikut jadwal lengkap Hari Tasyrik 2026:
Pada periode tersebut, umat Islam masih dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan membagikan daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara bagi jemaah haji di Mina, Hari Tasyrik menjadi waktu pelaksanaan lontar jumrah yang merupakan bagian dari ritual wajib haji.
Dalam ajaran Islam, puasa pada Hari Tasyrik termasuk amalan yang dilarang. Larangan ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah hari makan dan minum.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menikmati makanan, terutama dari hasil kurban, sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.
Tradisi makan bersama keluarga dan berbagi hidangan kurban juga menjadi bagian dari suasana khas Hari Tasyrik di berbagai daerah.
Meski tidak boleh berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah lain seperti dzikir, takbir, tahmid, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa.
Hari Tasyrik juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada fakir miskin, tetangga, maupun kerabat.
Demikianlah informasi lengkap tentang jadwal Hari Tasyrik 2026.***