
SERAYUNEWS – Jadwal libur sekolah awal puasa Ramadhan 2026 menjadi informasi yang paling ditunggu oleh orang tua, siswa, dan tenaga pendidik.
Setiap tahun, momen awal Ramadhan selalu diikuti dengan penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sekolah agar selaras dengan kondisi fisik dan spiritual peserta didik.
Lantas, berapa hari libur sekolah awal puasa Ramadhan 2026 dan kapan dimulai? Pemerintah akhirnya memberikan kepastian melalui kebijakan resmi yang telah ditetapkan di awal tahun.
Pemerintah secara resmi menetapkan pengaturan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadhan 2026 dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar pada Kamis, 5 Januari 2026.
Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Manusia (Menko PMK) Pratikno dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Keputusan ini menjadi acuan nasional bagi seluruh pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan teknis pendidikan selama Ramadhan.
Secara umum, kebijakan pembelajaran Ramadhan 2026 tidak semata-mata menitikberatkan pada capaian akademik.
Pemerintah menekankan bahwa Ramadhan adalah fase penting untuk penguatan karakter, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial peserta didik.
Berdasarkan hasil RTM tersebut, pemerintah pusat menetapkan skema pembelajaran Ramadhan 2026 yang terbagi menjadi tiga fase, yakni pembelajaran di luar sekolah, pembelajaran tatap muka, dan libur pasca-Ramadhan.
Berikut rincian resmi jadwalnya:
Dengan demikian, libur sekolah awal puasa Ramadhan 2026 berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Rabu, 18 Februari 2026.
Selama masa libur awal puasa ini, siswa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan.
Namun, mereka tetap diarahkan untuk melakukan aktivitas pembelajaran mandiri, khususnya yang berkaitan dengan nilai keagamaan dan pembiasaan positif.
Saat memasuki fase pembelajaran tatap muka, kegiatan belajar di sekolah akan disesuaikan dengan suasana Ramadhan.
Pemerintah menegaskan bahwa Ramadhan bukan alasan untuk mengurangi hak belajar siswa, melainkan momentum untuk memperkaya pendekatan pendidikan.
Siswa Muslim akan mengikuti berbagai kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman dan takwa.
Sementara itu, siswa non-Muslim tetap difasilitasi untuk mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Pendekatan inklusif ini diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang toleran dan saling menghargai perbedaan.
Selain pembelajaran keagamaan, pemerintah juga mendorong sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan sosial yang bersifat edukatif.
Beberapa kegiatan yang dianjurkan antara lain berbagi takjil, penyaluran zakat dan sedekah, santunan sosial, serta program kepedulian lainnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara kognitif, tetapi juga mengasah empati dan kepedulian terhadap sesama, sejalan dengan semangat Ramadhan.
Keputusan pemerintah pusat ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui kebijakan yang bersifat teknis, adaptif, dan kontekstual.
Artinya, meskipun jadwal nasional telah ditetapkan, pelaksanaan di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
Sebagai contoh, Kalender Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026 sebelumnya telah mencantumkan alokasi waktu untuk libur awal Ramadhan.
Namun, kalender tersebut belum merinci durasi libur karena menunggu keputusan pemerintah pusat.
Dalam kalender itu, tercantum prakiraan libur awal Ramadhan pada 20–23 Februari 2026, dengan catatan bahwa jadwal resmi mengikuti ketentuan pemerintah pusat.
Terkait awal Ramadhan 1447 Hijriah, Maklumat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadhan secara resmi melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026.
Hasil sidang isbat ini nantinya menjadi dasar penetapan nasional, termasuk dalam penyesuaian kalender pendidikan di berbagai daerah.
Dengan kepastian ini, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang, baik dari sisi pendidikan, ibadah, maupun aktivitas keluarga selama bulan suci Ramadhan 2026.***