
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Festival Film Purbalingga (FFP) merilis jadwal kegiatan kolaborasi bersama Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang Film dalam rangka perayaan 2 Dekade Festival Film Purbalingga.
Agenda tersebut akan digelar pada Rabu, 29 Juli 2026, dengan menghadirkan sutradara Hanung Bramantyo serta dua sesi pemutaran film untuk masyarakat.
Acara berlangsung di Taman Kota Usman Janatin, Purbalingga, melalui konsep Bioskop Misbar (Gerimis Bubar) yang menjadi salah satu program unggulan festival tahun ini.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Festival Film Purbalingga dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang Film.
Kehadiran Hanung Bramantyo diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik bagi penonton, tetapi juga memberikan ruang belajar bagi pelajar, mahasiswa, komunitas film, hingga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat dunia perfilman Indonesia.
Melalui sesi diskusi tersebut, peserta akan diajak memahami perjalanan berkarya Hanung Bramantyo, mulai dari proses kreatif, penyutradaraan, hingga tantangan dalam menghasilkan karya yang mampu diterima masyarakat luas.
Selain menghadirkan diskusi, penyelenggara juga mengemas kegiatan dengan pemutaran film di ruang terbuka agar masyarakat dapat menikmati pengalaman menonton bersama dalam suasana yang lebih akrab.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 13.00–15.00 WIB dengan pemutaran film Satria Dewa: Gatotkaca yang dapat disaksikan seluruh kalangan karena memiliki klasifikasi Semua Umur (SU).
Setelah itu, pada pukul 15.30–17.00 WIB, sutradara Hanung Bramantyo dijadwalkan hadir dalam sesi bincang bertajuk “Membaca Karya-Karya Hanung Bramantyo”.
Diskusi ini menjadi bagian dari program MTN IkonInspirasi, yang menghadirkan tokoh-tokoh seni budaya untuk berbagi pengalaman dan proses kreatif kepada masyarakat.
Agenda hari itu akan ditutup dengan pemutaran film Gowok pada pukul 20.00–22.00 WIB. Film tersebut memiliki klasifikasi D17, sehingga hanya diperuntukkan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas.
Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi Festival Film Purbalingga karena memasuki usia ke-20 tahun. Selama dua dekade, festival ini dikenal sebagai salah satu ruang apresiasi film yang konsisten mendukung perkembangan sineas lokal sekaligus menghadirkan karya-karya perfilman Indonesia kepada masyarakat.
Rangkaian acara yang menggabungkan pemutaran film dan diskusi bersama pelaku industri diharapkan semakin memperkuat peran Festival Film Purbalingga sebagai wadah edukasi, apresiasi, dan pengembangan talenta kreatif.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat datang sesuai jadwal yang telah diumumkan penyelenggara untuk menikmati pemutaran film sekaligus memperoleh wawasan langsung dari salah satu sutradara ternama Indonesia.***