
BANYUMAS, SERAYUNEWS β Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya dengan konsep yang berbeda. Sutradara sekaligus aktor Bayu Skak merilis film terbaru berjudul FOUFO, sebuah film komedi berbalut fiksi ilmiah (sci-fi) yang mengangkat budaya Madura sebagai latar utama cerita.
Film ini menjadi salah satu karya yang cukup dinantikan karena tidak hanya menawarkan cerita unik tentang alien, tetapi juga menghadirkan dialog menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama. Pendekatan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan FOUFO dari kebanyakan film nasional lainnya.
Selain menghadirkan hiburan, film ini juga menjadi upaya mengenalkan budaya dan bahasa daerah kepada penonton Indonesia melalui layar lebar.
FOUFO merupakan proyek film terbaru garapan Bayu Skak yang kembali mengeksplorasi budaya lokal sebagai identitas utama cerita.
Setelah sebelumnya dikenal melalui sejumlah film berlatar Jawa Timur, kali ini Bayu memilih mengangkat kehidupan masyarakat Madura dengan tetap mempertahankan nuansa komedi yang menjadi ciri khasnya.
Tak hanya bertugas sebagai sutradara, Bayu Skak juga ikut tampil sebagai salah satu pemeran dalam film tersebut. Ia berkolaborasi dengan sejumlah aktor dan komedian yang sudah dikenal publik.
Deretan pemain yang membintangi FOUFO antara lain Tretan Muslim, Habib Jafar, Benidictus Siregar, Hari Otong, Fuad Sasmita, Ina Pogang, Kiano, Mieke Sahir, Siti, Anggun, Dwi, Mahendra, hingga Rifky.
Pemilihan para pemain dilakukan melalui proses audisi yang cukup panjang. Bayu Skak bahkan menggelar audisi di kawasan Surabaya Utara yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan komunitas masyarakat Madura cukup besar.
Langkah tersebut dilakukan agar karakter, logat, dan dialek para pemain terasa lebih autentik saat tampil di layar.
Bagi pecinta film Indonesia yang penasaran dengan kisah unik tersebut, FOUFO dijadwalkan tayang secara nasional mulai 9 Juli 2026 di jaringan bioskop Indonesia.
Film ini memiliki durasi sekitar dua jam dan menyuguhkan perpaduan komedi, drama keluarga, serta sentuhan fiksi ilmiah yang dikemas ringan sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.
Selain menghibur, penonton juga akan disuguhkan suasana khas Madura melalui penggunaan bahasa daerah, budaya masyarakat, hingga latar kehidupan yang dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata.
Jadwal tayang tersebut menjadi salah satu yang paling dinantikan penggemar Bayu Skak maupun pecinta film nasional yang ingin menikmati cerita dengan konsep berbeda.
FOUFO diproduksi melalui kerja sama SKAK Studios dan Sinemart. Film ini diproduseri Ricky R. Setiyawan, sementara penulisan naskah dipercayakan kepada Achmad Faishol.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Dengan mengangkat bahasa Madura sebagai bahasa utama, FOUFO juga menjadi salah satu contoh bahwa bahasa daerah dapat tampil sebagai identitas kuat dalam perfilman nasional tanpa mengurangi daya tarik cerita bagi penonton dari berbagai daerah.
Perpaduan komedi, drama keluarga, budaya lokal, dan sentuhan sci-fi membuat FOUFO menjadi salah satu film Indonesia yang layak masuk daftar tontonan selama libur pertengahan tahun 2026.***