Senin, 4 Juli 2022

Jalin Komunikasi dengan Tarling di 20 Kecamatan se Banjarnegara

Salat tarawih di Pendapa Dipayudha. Foto: dok pemkab

Setelah dua tahun vakum akibat Pandemi, kegiatan tarawih keliling (tarling) tahun ini kembali dilakukan. Kegiatan rutin setiap Ramadan ini, dimulai dengan tarawih bersama di Pendopo Dipayudha Banjarnegara, Senin (4/4/2022) malam.


Banjarnegara, Serayunews.com

Kegiatan tarawih keliling yang dilakukan oleh OPD, merupakan satu upaya untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. Termasuk upaya dalam sosialisasi program pemerintah kabupaten terhadap masyarakat.

Mengawali kegiatan salat tarawih berjamaah tahun 1443 H ini diikuti oleh Plh Bupati, Sekda, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Banjarnegara. Bertindak sebagai imam dan mubaligh bakda salat tarawih adalah Ketua MUI Banjarnegara, Fahmi Hisyam.

Baca juga  Menyikapi Varian Baru Turunan Omicron, Begini Kata Kepala Dinkes Purbalingga

Plh Bupati Banjarnegara Syamsudin mengatakan, kegiatan tarling kembali dilaksanakan pada ramadan tahun ini.

“Rencananya tarling akan dilakukan di 20 kecamatan dan dibagi menjadi dua tim dari Forkompinda dan OPD mulai Selasa, 5 April 2022,” katanya.

Mengingat masih adanya pandemi Covid-19, maka kegiatan tarling ini wajib menerapkan protokol kesehatan. Dia juga mengatakan jika tarling ini, merupakan satu ajang silaturahmi dengan masyarakat. Sehingga masyarakat bisa lebih mengenal jajaran pimpinan daerah dan OPD yang ada di Banjarnegara.

Syamsudin juga berpesan, agar bulan Ramadan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah. Namun bagi OPD dan jajarannya, dia meminta untuk tetap menjalankan aktivitas kerja dengan baik, puasa diharapkan tidak mengganggu kinerja dalam memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Baca juga  Tingkatkan Skill, Relawan PMI Batur Banjarnegara Gelar Penyegaran Pertolongan dan Mitigasi Bencana

Sementara itu, KH Fahmi Hisyam, mengingatkan perbedaan hari pertama puasa jangan dijadikan permasalahan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan, khususnya di Kabupaten Banjarnegara.

Dia menilai, seharusnya perbedaan itu menjadi modal untuk memperkuat kebersamaan dengan saling menghormati dan menghargai.

Berita Terkait

Berita Terkini