
SERAYUNEWS-Hujan deras yang mengguyur Banjarnegara pada awal tahun 2026 membuat tebing yang ada di ruas jalan Plipiran, Desa Limbangan, Kecamatan Madukara, Banjarnegara longsor dan menutup akses jalan menuju Pagentan. Akibatnya, jalur alternatif menuju objek wisata dataran tinggi Dieng ini ditutup untuk sementara.
Longsor terjadi setelah wilayah Banjarnegara diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Kamis (1/1/2026). Longsor sendiri terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dimana material longsoran menutup akses jalan hingga membuat jalur tersebut ditutup sementara.
Dari kejadian tersebut Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali langsung melakukan tinjauan pada titik longsor yang ada di ruas Jalan Plipiran, Kecamatan Madukara, Kamis (1/1/2026) malam.
Melihat kondisi jalan yang tertimbun material longsoran, wakil bupati mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari jalur Plipiran. Jalan tidak bisa dilintasi, karena masih adanya material longsor.
“Akibat longsoran ini akses jalan alternatif menuju Dieng melalui Plipiran tidak dapat dilalui karena jalan tertimbun material longsoran. Saat ini, para relawan dan BPBD serta tim terkait masih melakukan pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan tersebut,” katanya.
Melihat kondisi cuaca yang masih ekstrem, wabup juga meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati, terlebih saat curah hujan tinggi karena berpotensi menyebabkan tanah longsor yang bisa mengancam keselamatan.
“Tetap waspada, hati-hati, jangan lupa selalu berdoa meminta perlindungan kepada Allah,” ujarnya.
Berdasarkan hasil assesmen BPBD melalui Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) Banjarnegara, hujan intensitas lebat pada sore hari menyebabkan tebing sekitar Jalan Plipiran, Desa Limbangan, Kecamatan Madukara mengalami longsor pada pukul 19.00 WIB.
Hingga saat ini, akses jalan tersebut belum bisa dilalui baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. BPBD, PMI, TNI, Polri serta para relawan sedang melakukan pembersihan material longsor secara manual.