Sabtu, 31 Juli 2021

Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Ditutup, Begini Keluh Kesah Pengelolanya

Gerbang pendakian Gunung Slamet Pos Bambangan Kabupaten Purbalingga (Amin Wahyudi)

Lebih dari satu tahun, wabah virus Covid-19 terus menghantui. Berubah-ubah kebijakan pemerintah telah dilakukan, sebagai upaya mencegah. Setelah pelonggoran, kini diterapkan lagi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berdasarkan hal itu, jalur pendakian Gunung Slamet Via Bambangan kembali ditutup.


Purbalingga, serayunews.com

Pengelola Pos Basecamp Pendakian Gunung Slamet jalur Bambangan, Saiful Amri mengatakan penutupan dilakukan berdasar Surat Edaran (SE) Bupati, terkait pemberlakukan kembali PPKM.

“Iya (ditutup, red) per tanggal 21-28 Juni, dan dibuka lagi tanggal 29 sesuai surat edaran. Bukan karena kondisi cuaca, tapi kami ikuti aturan pemerintah untuk ikut dalam mengurangi penyebaran covid 19,” kata Saiful, Minggu (20/06/2021).

Kesehatan dan keselamatan adalah yang utama. Tapi jalannya roda perekonomian tak kalah pentingnya. Bagi para pengelola objek wisata, pemenuhan kebutuhan hidup tergantung kunjungan wisata. Sementara, jika objek yang dikelola tutup, kebutuhan tidak bisa dibendung.

“Per Juni ini masuk pendaki di angka 4200 pendaki dari berbagai daerah,” ujarnya.

Jalur pendakian Gunung Slamet Via Bambangan, kini dibawah pengelolaan Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur. Jika dilihat dari aktifitasnya, objek wisata ini masuk wisata minat khusus. Berbeda dengan destinasi wisata luar ruangan atau outdoor lainnya. Maka, perlu juga dirumuskan aturan dan kebijakan yang berbeda.

“Terkait prokes kami sudah laksanakan dengan bentuk menyiapkan tempat cuci tangan  dan himbauan untuk memakai masker,” ujarnya.

Sebagai pengelola, dia berharap pemerintah harus bisa memikirkan bukan hanya terkait antisipasi penyebaran covid 19 saja. Namun juga harus difikirkan tentang pengelola wisata, atau usaha yang menggantungkan dunia pariwisata. Dalam kondisi penutupan saat ini otomatis tidak ada pemasukan. “Itu salah satu probem yang perlu di perhatikan pemerintah ketika penutupan wisata,” kata dia.

Dia berharap, untuk sarana olahraga, atau objek wisata minat khusus, tidak ditutup total. Seperti halnya PPKM, hanya bersifat pembatasan bukan penutupan. Pada bidang-bidang tertentu, seperti pendakian, juga menjadi upaya olahraga, yang bisa meningkatkan imunitas.

“Terkait prokes kami sudah laksanakan dengan bentuk menyiapkan tempat cuci tangan  dan himbauan untuk memakai masker. Paling tidak ya jangan di tutup total, misalnya untuk jalur pendakian hanya di buka untuk pengunjung yang dari dalam daerah, contoh loh,” kata dia.

Baca juga Hasil Kerajinan Napi Lapas Permisan Nusakambangan Dipajang di Galeri Wijayakusuma, Yuk Cek Apa Saja! 

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini