
SERAYUNEWS- Jadwal puasa Ayyamul Bidh pada awal Mei 2026 menjadi perhatian umat Muslim karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah sunnah di pertengahan bulan Hijriah.
Banyak yang masih keliru menentukan tanggal pelaksanaannya jika hanya mengacu pada kalender Masehi tanpa rujukan yang tepat. Penentuan puasa Ayyamul Bidh sendiri mengacu pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam Kalender Hijriah.
Untuk bulan Mei 2026, penyesuaian tanggal ini berbeda dari asumsi umum tanggal 1, 2, dan 3 Mei, sehingga penting untuk merujuk pada kalender Hijriah resmi agar tidak keliru dalam beribadah.
Kesalahan penentuan waktu dapat membuat ibadah tidak sesuai dengan tuntunan. Oleh karena itu, memahami jadwal yang benar, lengkap dengan niat dan keutamaannya, menjadi hal penting bagi umat Muslim yang ingin mengamalkan sunnah Rasulullah SAW secara tepat. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang dirilis lembaga keagamaan seperti Rumah Zakat, puasa Ayyamul Bidh bulan Mei 2026 jatuh pada:
Tanggal tersebut merupakan hari-hari ketika bulan purnama, yang dalam Islam dikenal sebagai Ayyamul Bidh atau “hari-hari putih”.
Penetapan ini penting karena banyak masyarakat mengira awal bulan otomatis menjadi waktu puasa sunnah tersebut, padahal patokannya adalah kalender Hijriah, bukan kalender Masehi.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah. Ibadah ini sangat dianjurkan karena memiliki nilai pahala yang besar dan rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Disebut “hari putih” karena pada malam-malam tersebut bulan bersinar terang. Secara simbolik, hal ini juga menggambarkan kejernihan dan keutamaan ibadah yang dilakukan pada hari tersebut.
Puasa ini memiliki banyak keutamaan yang sering kali belum dipahami secara mendalam oleh masyarakat. Salah satu keutamaannya adalah pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun.
Hal ini berdasarkan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.
Selain itu, puasa ini juga menjadi sarana menjaga konsistensi ibadah sunnah, melatih pengendalian diri, serta meningkatkan kualitas spiritual seseorang secara bertahap.
Niat menjadi bagian penting dalam ibadah puasa. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat ini bisa dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar, atau di pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Selain berpuasa, ada beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan ibadah di hari-hari tersebut:
1. Memperbanyak dzikir dan istighfar
2. Membaca Al-Qur’an secara rutin
3. Bersedekah kepada yang membutuhkan
4. Menjaga lisan dan perilaku
5. Melaksanakan salat sunnah tambahan
6. Memperbanyak doa di waktu mustajab
Amalan-amalan ini akan semakin meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, puasa Ayyamul Bidh menjadi sarana sederhana untuk kembali menata diri. Ibadah ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dunia dan spiritual.
Selain manfaat spiritual, puasa secara rutin juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh, seperti membantu detoksifikasi alami dan menjaga pola makan.
Banyak masyarakat masih keliru karena menggunakan kalender Masehi sebagai acuan utama. Padahal, ibadah dalam Islam mayoritas mengikuti kalender Hijriah.
Perbedaan sistem perhitungan bulan ini menyebabkan tanggal Ayyamul Bidh selalu berubah setiap bulannya jika dilihat dari kalender Masehi, sehingga penting untuk selalu memperbarui informasi.
Puasa Ayyamul Bidh di bulan Mei 2026 menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk kembali menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan waktu yang tepat. Penyesuaian tanggal berdasarkan kalender Hijriah menjadi kunci utama agar ibadah berjalan sesuai tuntunan.
Dengan memahami jadwal yang benar, keutamaan, serta amalan yang dianjurkan, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini secara maksimal dan konsisten sebagai bagian dari peningkatan kualitas spiritual.