
SERAYUNEWS –Seorang penderes nira bernama Suparno (50), warga Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, meninggal dunia setelah terjatuh dari pohon kelapa saat menderes nira, Senin (2/3/2026).
Korban diketahui terjatuh dari ketinggian sekitar 16 meter ketika sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira.
Kapolsek Bobotsari, AKP Sarno Ujianto, mengatakan korban diketahui bernama Suparno (50) warga Desa Palumbungan.
Korban terjatuh dari ketinggian sekitar 16 meter ketika sedang memanjat pohon kelapa.
“Istri korban yang pertama kali mengetahui kejadian itu, kemudian meminta bantuan warga sekitar. Korban kemudian dievakuasi ke rumahnya yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi,” jelasnya.
Kapolsek menjelaskan, sesampainya di rumah korban kemudian dilakukan pengecekan oleh petugas medis. Namun, kondisi korban sudah tidak merespons dan dinyatakan meninggal dunia.
Petugas dari Polsek Bobotsari yang datang ke lokasi selanjutnya melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan jenazah bersama petugas medis.
Kapolsek Bobotsari menegaskan, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia akibat jatuh dari pohon kelapa,” tegasnya.
Kapolsek menambahkan, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di ketinggian, khususnya para penderes pohon kelapa di wilayah Kecamatan Bobotsari.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu menggunakan peralatan keselamatan saat memanjat pohon kelapa maupun melakukan pekerjaan lain di ketinggian,” pungkasnya.