
SERAYUNEWS – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bergerak cepat menjaga status nol kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H. Upaya ini dilakukan melalui percepatan vaksinasi terhadap ribuan ternak sapi milik warga, guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Cilacap, Slamet Sugino, mengatakan vaksinasi menjadi langkah utama dalam membentengi ternak dari potensi penularan penyakit.
Terlebih, wilayah Jawa Tengah secara umum masih masuk kategori daerah tertular PMK, sehingga penguatan imunitas ternak di Cilacap dinilai sangat penting.
“Target kami sebelum hari raya, sebanyak 5.000 ekor sapi sudah tervaksinasi. Kami fokuskan di kecamatan dan wilayah perkotaan dengan tingkat pemotongan tinggi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Dari total alokasi 12.000 dosis vaksin yang disediakan oleh pemerintah provinsi, saat ini baru sekitar 5.000 dosis yang telah diterima dan didistribusikan ke wilayah Cilacap. Meski begitu, pihaknya optimistis target vaksinasi dapat tercapai tepat waktu.
Selain vaksinasi, pengawasan terhadap peredaran ternak juga diperketat. Hingga saat ini, belum ada laporan masuknya ternak baru dari luar daerah secara signifikan. Namun, aktivitas pedagang musiman mulai terpantau meningkat, meski sebagian besar ternak tersebut sudah masuk sejak beberapa bulan sebelumnya.
Mengacu pada data tahun-tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban di Cilacap tergolong besar. Pemeriksaan biasanya mencakup sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor sapi serta 12.000 hingga 15.000 ekor kambing dan domba.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pertanian menerjunkan 160 petugas gabungan yang terdiri dari tenaga teknis, dokter hewan, paramedis, serta staf pendukung. Mereka akan melakukan pemeriksaan intensif di berbagai titik, mulai dari kandang peternak hingga lapak pedagang musiman.
“Petugas akan fokus di area dengan volume pemotongan tinggi, termasuk pusat kota dan kecamatan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh,” jelas Slamet.
Tak hanya PMK, petugas juga mewaspadai potensi penyakit menular lain seperti antraks. Pemeriksaan klinis dilakukan untuk memastikan tidak ada hewan yang menunjukkan gejala berbahaya sebelum disembelih.
Di sisi lain, edukasi kepada peternak turut menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Petugas di lapangan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan kandang, serta mendorong pelaporan dini jika ditemukan gejala penyakit pada ternak.
“Petugas tidak hanya vaksinasi, tetapi juga memberikan edukasi agar peternak lebih waspada dan proaktif,” tambahnya.
Melalui langkah terpadu ini, Dinas Pertanian Cilacap berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang. Hewan yang telah divaksinasi diyakini memiliki daya tahan tubuh lebih baik, sehingga risiko penularan penyakit selama distribusi hingga penyembelihan dapat ditekan.
“Ini komitmen kami untuk memastikan hewan kurban yang beredar benar-benar sehat, aman, utuh, dan halal untuk masyarakat,” pungkasnya.