
SERAYUNEWS – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) kembali menjadi jalur favorit bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Melalui skema Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), seleksi ini menitikberatkan pada kemampuan kognitif dan penalaran peserta, berbeda dengan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang berbasis nilai rapor.
Memasuki tahun 2026, persaingan akan semakin sengit. Hal ini berkaca pada data tahun sebelumnya, di mana hanya sekitar 29 persen peserta yang berhasil lolos dari total lebih dari 860 ribu pendaftar.
Artinya, mayoritas peserta harus menerima kenyataan tidak berhasil menembus kursi PTN. Meningkatnya jumlah lulusan SMA sederajat serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi menjadi faktor utama yang memperketat kompetisi.
Selain itu, keterbatasan daya tampung di perguruan tinggi negeri juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Sejumlah program studi akan kembali menjadi jurusan dengan tingkat persaingan tertinggi pada SNBT 2026. Jurusan-jurusan ini tidak hanya diminati karena prospek kerja, tetapi juga reputasi dan peluang karier jangka panjang.
Program studi Kedokteran masih menempati posisi teratas sebagai jurusan paling kompetitif. Daya tarik profesi dokter yang dianggap bergengsi dan menjanjikan membuat peminatnya terus membludak setiap tahun.
Di sejumlah perguruan tinggi ternama, tingkat penerimaan bahkan berada di angka yang sangat rendah.
Di bidang teknologi, Teknik Informatika dan Ilmu Komputer menjadi pilihan favorit seiring pesatnya perkembangan digital dan kecerdasan buatan.
Tingginya kebutuhan tenaga ahli di sektor teknologi membuat jurusan ini semakin diminati, meskipun persaingannya sangat ketat.
Selain itu, Farmasi juga mengalami peningkatan minat pascapandemi. Kesadaran akan pentingnya riset kesehatan mendorong banyak calon mahasiswa memilih jurusan ini, meskipun seleksinya dikenal sangat selektif.
Dari rumpun ilmu sosial, Ilmu Komunikasi tetap menjadi salah satu jurusan dengan persaingan tinggi. Peran strategis komunikasi dalam industri media dan bisnis menjadikan jurusan ini semakin relevan di era digital.
Teknik Sipil juga kembali menarik perhatian seiring pembangunan infrastruktur nasional yang terus berkembang. Kebutuhan akan tenaga profesional di bidang konstruksi membuat jurusan ini tetap menjadi pilihan utama.
Selain jurusan klasik, beberapa program studi baru juga mulai mencuri perhatian. Bisnis Digital, misalnya, menjadi primadona baru di kalangan generasi muda.
Kombinasi antara ilmu bisnis dan teknologi menjadikan jurusan ini relevan dengan perkembangan ekonomi digital saat ini.
Sistem Informasi juga menjadi pilihan strategis karena perannya sebagai penghubung antara teknologi dan kebutuhan bisnis. Permintaan industri yang tinggi terhadap lulusan bidang ini membuatnya semakin diminati.
Di sisi lain, jurusan Manajemen tetap menjadi favorit karena fleksibilitas karier. Hampir semua sektor industri membutuhkan tenaga profesional di bidang ini, sehingga jumlah peminatnya terus tinggi setiap tahun.
Hukum juga masih menjadi salah satu jurusan dengan daya saing tinggi. Prospek karier yang luas, mulai dari bidang hukum bisnis hingga pemerintahan, membuat jurusan ini tetap banyak peminat.
Sementara itu, Akuntansi menjadi pilihan yang stabil karena perannya yang penting dalam pengelolaan keuangan di berbagai sektor. Kebutuhan akan tenaga akuntan profesional yang terus meningkat membuat jurusan ini tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan tingginya tingkat persaingan di berbagai jurusan tersebut, calon peserta SNBT 2026 harus mempersiapkan diri secara matang. Tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga strategi dalam memilih program studi yang sesuai dengan kemampuan dan minat.
Persiapan yang optimal akan meningkatkan peluang untuk lolos seleksi dan meraih kursi di perguruan tinggi negeri impian.***