
SERAYUNEWS- Pemerintah membuka peluang pemberian potongan tarif tol lebih besar pada periode mudik Lebaran 2026.
Skema diskon yang tengah dibahas bahkan berpotensi mencapai 30 persen. Kebijakan ini disiapkan sebagai bagian dari strategi menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus mudik dan balik.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pembahasan diskon tarif tol masih dalam tahap finalisasi bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Pemerintah menargetkan besaran potongan minimal setara dengan tahun sebelumnya, bahkan jika memungkinkan lebih tinggi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian telah mengarah pada diskon minimal 20 persen di sejumlah ruas tol strategis.
Sebagai perbandingan, pada Lebaran 2025 pemerintah menerapkan potongan tarif 20 persen di beberapa ruas utama, termasuk Tol Trans Jawa rute Jakarta–Semarang saat arus mudik dan sebaliknya ketika arus balik. Kebijakan tersebut efektif dalam membantu mendistribusikan volume kendaraan.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Subakti Syukur, sebelumnya menyatakan bahwa diskon tarif terbukti mampu mengurangi kepadatan ekstrem di titik-titik krusial.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar guna mendukung insentif transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Meski demikian, hingga kini belum dirinci secara detail ruas mana saja yang akan mendapatkan diskon, berapa persen tepatnya, serta berapa lama masa berlakunya.
Selain potongan tarif, pemerintah menambah kapasitas jalan melalui pengoperasian tol fungsional tanpa tarif sepanjang kurang lebih 198 kilometer.
Informasi resmi dari Badan Komunikasi Pemerintah RI menyebutkan ruas-ruas tersebut tersebar di koridor Trans Jawa dan Trans Sumatra.
Enam ruas tol fungsional gratis adalah sebagai berikut.
Namun secara khusus, empat ruas utama di antaranya memiliki total panjang 121,64 kilometer, yakni Japek II Selatan, Yogyakarta–Bawen, Jogja–Solo, dan Probolinggo–Banyuwangi tahap awal.
Rincian Empat Ruas Strategis
1. Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
Total panjang koridor 62 km dengan pengoperasian fungsional 54,75 km dengan rincian sebagai berikut.
2. Jalan Tol Yogyakarta–Bawen
Total panjang 75,82 km. Untuk Lebaran 2026, segmen Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km akan difungsikan tanpa tarif.
3. Jalan Tol Jogja–Solo
Total panjang 96,57 km. Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 km akan dibuka secara fungsional.
4. Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Tahap I Probolinggo–Besuki)
Total 49,68 km, mencakup ruas berikut.
Keberadaan tol fungsional gratis ini akan menjadi solusi sementara guna mengurai kepadatan, sembari menunggu pengoperasian penuh secara komersial.***